84075

Seorang turis tengah berpose di depan ribuan patung yang dipajang di dalam kuil Wat Si Saket, Laos (Foto: Souphaksone Silaphet untuk The Editor)

LAOS – Wat Si Saket merupakan sebuah kuil Buddha di Vientiane, Laos. Kuil ini berada di jalan Lan Xang dan terletak di sebelah barat laut Haw Phra Kaew yang dahulu merupakan tempat dari Buddha Zamrud. Buddha Zamrud merupakan peninggalan sejarah agama Buddha di Kerajaan Thai berupa arca Buddha berhiaskan busana emas setinggi 45 cm. Sekarang Arca ini disimpan di Kuil Buddha Zamrud (Wat Phra Kaew) yang merupakan bagian dari Istana Raja di Bangkok dan juga menjadi salah satu sejarah pertikaian paling sengit antara Laos dan Thailand.

Kuil ini didirikan atas perintah raja Anouvong (Sethathirat V) pada tahun 1818. Kuil ini dibangun dengan menggunakan gaya arsitektur Thai, yakni dengan teras di sekitar bangunan kuil dan atap lima tingkat yang berhias. Selain itu, kuil ini juga memiliki klaustrum yang terdiri lebih dari 2000 patung Buddha yang berbahan dasar keramik dan perak.

Kuil ini juga merupakan biara bagi biksu-biksu yang sangat dihormati di Laos. Tempatnya yang berada di pusat Kota Vientiane dan dekat dengan Istana Kepresidenan nyatanya tidak membuat kuil ini dikelola sebagaimana mestinya. Ribuan patung Buddha dibiarkan tergeletak di tanah meski disusun rapi. Patung Buddha disini memang sangat luar biasa banyaknya karena pemahatnya membuat ribuan patung hingga seukuran tangan orang dewasa yang disimpan rapi di dinding.

Sementara itu, sebuah ruang kaca terlihat menyimpan ratusan patung Buddha yang rusak karena berbagai macam akibat. Beberapa diantaranya rusak dibagian lengan dan kepala. Konon disebut bahwa di setiap leher patung Buddha di Laos dan Thailand terdapat emas yang memang sengaja diselipkan. Jadi itu juga yang menjadi alasan mengapa banyak patung Buddha yang kehilangan kepalanya. Alasannya hanya untuk emas. Kejayaan Laos di masa lalu memang terlihat dari banyaknya patung Buddha berbahan dasar emas yang hilang saat perang antar negara terjadi.

Banyak yang menyebutkan bila jumlah patung sebenarnya yang ada di kuil ini mencapai 10.000 buah. Tidak heran memang, begitu masuk ke dalam kuil anda langsung disuguhi ribuan patung yang dijejerkan di sebuah teras. Saya tidak berkesempatan masuk ke dalam area biara saat itu, rasa penasaran masih saja menyelinap hingga sekarang. Biara di kuil ini sangat berbeda dengan biara lainnya yang saya temui saat berada di Laos.

Di Laos, perempuan tidak diizinkan menyentuh patung Buddha dengan alasan tidak bersih karena perempuan mengalami menstruasi. Aturan tersebut tidak begitu dipergunakan di masa sekarang.

Selain patung Buddha, di kuil ini juga ditemukan ukiran naga yang mengelilingi kuil. Rata-rata ukirannya cukup besar dengan ukuran sisik masing-masing sebesar uang logam berbentuk lonjong. Sangat menarik perhatian.

Disini juga bisa ditemukan sebuah perpustakaan yang disebut dengan Ho Trai diatas platform batu tempat dimana manuskrip kuno Tripitaka disimpan. Tapi saya juga tidak mendapat kesempatan untuk masuk kesana saat itu. Sangat disayangkan memang.

Leave a Reply

  • (not be published)