SLOVENIA – Apa yang akan anda lakukan bila diberi kesempatan berkunjung ke Ljubljana? Ibukota negara Slovenia ini memang cukup jauh dari hingar bingar kota yang umumnya dikunjungi wisatawan di Eropa.

Salah satu cafe di sudut kota Ljubljana, Slovenia (Foto: Elitha Evinora Tarigan)

Slovenia bukan negara yang biasa untuk dikunjungi karena sangat jarang Anda bisa menemukan turis berwajah Asia saat berada di negara ini. Jadi rasanya benar-benar berbeda dan unik.

Dibalik keunikannya, ternyata warga Slovenia tidak suka minum kopi di Kafe Starbuck. Alasannya hanya satu, yakni cafe khas milik negara ini jauh lebih nikmat rasanya dari Starbuck. Sepertinya program pemerintah untuk menyukseskan produk lokal memang sangat kental di negara ini.

Dengan kata lain Anda tidak mungkin bisa temukan tumbler khas yang biasa dibeli di kota-kota yang menyediakan Kafe Starbuck di Slovenia. Uniknya kafe-kafe di kota ini juga tidak menyediakan aksesoris serupa. Alasannya karena tidak efektif dibawa sebagai oleh-oleh.

“Kenapa harus starbuck? kami tidak suka starbuck, kami punya cafe lokal disini yang lebih enak,” ujar Michaela, penjual sosis dan steak di Kota Tua Ljubljana kepada The Editor.

Rata-rata, kafe di Ljubljana menyediakan dua ruangan untuk tamu-tamunya. Yang pertama adalah bagian halaman yang bisa dinikmati sembari melihat salju, dan kedua adalah bagian dalam kafe yang dilengkapi dengan alat pemanas.

Harga yang ditawarkan untuk secangkir cappucino adalah 1,5 euro atau hanya sekitar Rp24.000 rupiah. Dan, untuk kue-kue kecil, rata-rata harga yang ditawarkan berkisar antara 3,50 euro – 9,40 euro maka saya minta rekomendasi dari pelayanan.

Kafe-kafe di kota tua Ljubljana dapat dinikmati disepanjang pinggiran sungai. Usai menikmati kopi, Anda bisa jalan kaki menikmati suguhan pertokoan yang menjual berbagai macam madu khas Slovenia. Selain itu, Anda juga menikmati sajian kopi dari puluhan kafe unik yang berderet rapi di pinggiran sungai. Kota ini sangat bersih, tertata dan aman. Jadi tidak perlu khawatir meski Anda plesiran sendirian.

Selain itu, jangan lupa berkunjung ke jembatan naga yang menjadi simbol kota ini. Jembatan naga merupakan salah satu jembatan terbesar pada jamannya yang pernah dibangun di Eropa. Menurut sejarah seharusnya patung singa bersayap yang terpahat di jembatan tersebut bukan naga.

Dekorasi asli jembatan seperti lampu juga diubah dari model awalnya yang sebelumnya menggunakan gas. Untuk diketahui, dulunya jembatan naga ini dibangun dari kayu yang disebut Butchers Bridge pada tahun 1819. Pemerintah kota memutuskan mengubahnya jadi modern untuk memperkuat struktur beton.

Leave a Reply

  • (not be published)