Warga Tokyo yang berseliweran keluar masuk di Stasiun Shibuya, Tokyo (Foto: Ninis untuk The Editor)

JEPANG – Meski menjadi negara yang memproduksi mobil mewah, namun warganya tidak doyan gonta ganti mobil. Mobil mewah yang saya lihat saat berada di Jepang justru keluaran Eropa, Lamborghini. Di setiap sudut kota Tokyo anda dapat melihatnya terparkir di sudut jalan kota dengan santai.

Suara deru mobil sport ini juga bisa di dengar dari kejauhan. Jalanan Kota Tokyo memang di desain untuk memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Jadi hati-hatilah saat menyeberang di Tokyo. Pastikan anda mematuhi rambu lalu lintas.

Nah, kembali lagi ke gaya hidup warga Jepang yang sangat menghargai sederhana. Saat di Tokyo saya tinggal di daerah yang dekat dengan Stasiun Nakano Shimbashi. Disana saya melihat sebuah mobil bermerek Honda keluaran lama. Di Jakarta mobil tipe tersebut sudah tidak mungkin ada ditemukan karena perputaran tipe mobil memang sangat cepat.

Hal yang sama juga saya lihat saat berjalan-jalan di Shibuya. Pusat kota Tokyo yang diketahui sangat mahal dan penuh dengan berbagai macam barang-barang branded. Di perempatan jalan saya tetap temukan mobil keluaran lama berseliweran disini. Bahkan mobil kecil yang mengangkut kebutuhan industri kecil juga diizinkan lewat. Apakah anda pernah melihatnya di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta? Saya pikir tidak ya.

Kehebatan Jepang memproduksi mobil ternyata tidak membuat warganya memiliki sifat konsumerisme. Buktinya mobil bermerek Honda tipe lama justru tetap dipakai di sana. Sementara Alphard keluaran Toyota di jalanan Jakarta melintas bak kacang goreng, sementara di Tokyo tidak.

Siapa yang tidak tahu kekuatan ekonomi Jepang. Masyarakatnya yang sejahtera tentu saja mampu membeli produk mobil keluaran negaranya sendiri. Namun nyatanya disana orang justru memakai mobil keluaran Eropa.

Taxi di Jepang juga tetap mempertahankan tipe keluaran lama namun sangat mewah.

Pemerintah Jepang menerapkan pajak dan parkir yang sangat mahal untuk kendaraan pribadi, terutama di kota-kota besar seperti Tokyo. Kawasan untuk parkir kendaraan pribadi juga berada cukup jauh. Kawasan parkir kendaraan memang sengaja disediakan.

Pertanyaannya, apakah warga Jepang mampu membeli mobil keluaran terbaru? jawabannya tentu saja mampu. Mereka hanya akan mentertawakan diri sendiri saat melihat pengguna transportasi umum jauh lebih santai. Mereka harus menambah waktu untuk mencari tempat parkir, sementara pengguna transportasi umum bisa meluangkan waktu lebih untuk beristirahat.

Indonesia adalah konsumen untuk mobil-mobil keluaran Jepang dan negara Asia lainnya. Masyarakat menengah adalah konsumen utama produsen mobil Jepang yang selalu baru setiap beberapa waktu.

Di Jakarta sangat mudah ditemukan mobil berkapasitas besar berseliweran. Sementara di Jepang dan negara maju lainnya seperti Italia justru mobil berukuran kecil justru diminati. Selera anda yang mana?

Leave a Reply

  • (not be published)