Nihad al-Tawil tengah mendapat telepon dari agen intelijen Israel yang memintanya untuk menyelamatkan diri sebelum menyerang rumah komandan Hamas Al-jabri di Khan Younis. Nihad juga diminta untuk mengingatkan semua warga di resident tersebut untuk menjauhi rumah Al-jabri (Foto: @iltv_israel/ THE EDITOR)

GAZA – Nihad al-Tawil, seorang warga Palestina yang tinggal di Gaza mengakui bahwa tentara Israel menghubungi beberapa tetangganya, termasuk Ia sendiri sebelum menyerang kediaman Al-jabri, seorang komandan militer Hamas yang terkenal.

Rumah Al-jabri ini berada di resident Khan Younis di Gaza. Dari tayangan video yang diunggah oleh @iltv_israel, terlihat Nihad al-Tawil tengah menerima telepon dari tentara Israel. Ia yang juga tengah dikerumuni oleh warga terlihat menjauhi sebuah rumah yang terlihat dari ujung jalan.

Usai memberitahu bahwa semua warga yang berada di sekitar rumah tinggal komandan Hamas tersebut telah keluar ruangan, beberapa detik kemudian sebuah serangan udara terjadi dan meledakkan rumah milik Al-jabri tersebut.

“Saya menerima telepon tanpa nama dan menyebut diri sebagai intelijen dari tentara Israel. Dia meminta saya agar menjauh dari rumah Al-jabri karena tentara Israel tengah menargetkan rumahnya. Ia juga meminta saya untuk mengajak tetangga-tetangga saya untuk menjauh dari rumah Al-jabri,” kata Nihad.

“Dan sebelum serangan udara dilakukan, agen intelijen Israel tersebut kembali menelpon saya untuk memastikan apakah semua tetangga saya sudah keluar dari rumah dan tidak ada satu warga pun yang berada dekat dengan rumah Al-jabri. Setelah saya katakan semua tetangga sudah menjauh tina-tiba terlihat serangan udara yang menyasar rumah Al-jabri. Terjadi ledakan dan rumahnya hancur,” tandas Nihad.

Masih dari video tersebut, warga yang tinggal di Khan Younis untuk merekam detik-detik serangan udara Israel menuju rumah kediaman komandan Hamas Al-jabri.

Arahan kamera handphone warga ini terjadi sesaat setelah Nihad menyampaikan bahwa situasi disekitar rumah target telah dikondusifkan dari warga. Dari akun tersebut dijelaskan bahwa video tersebut diunggah juga oleh media Reuters.

Untuk mengetahui kronologis kejadian tersebut Anda bisa langsung klik di: @iltv_israel

Leave a Reply

  • (not be published)