Israel adakan pameran di Dubai, Uni Emirat Arab pada Minggu, 16 Mei 2021 (Foto: AP/ Kamran Jebreili/ THE EDITOR)

DUBAI – Tak lama setelah pertemuan negara-negara Islam di Dubai yang mengecam Israel atas kondisi Gaza, Kementerian Pariwisata Israel adakan pameran pariwisata di Dubai.

“Kami berbicara tentang masa depan. Eskalasi ini, akan selesai suatu hari,” Ksenia Kobiakov, direktur pengembangan pasar baru di Kementerian Pariwisata Israel seperti dilansir The Times Of Israel pada Senin (17/5).

Petugas yang melayani pameran tersebut mengatakan bahwa bisnis pariwisata tetap berjalan seperti biasa di Israel meski negaranya tengah berkonflik dengan Gaza. Tujuannya adalah agar pengunjung muslim dapat melihat apa saja paket wisata menarik yang bisa mereka dapatkan saat berwisata di Israel.

“Ini mungkin tampak proposisi aneh pada waktu yang aneh, mengingat bahwa maskapai penerbangan besar telah menangguhkan penerbangan ke Israel di tengah gejolak kekerasan dan sementara penyebaran virus corona tetap menjadi ancaman,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, di Pasar Arab Dubai pada hari Minggu kemarin Israel mempromosikan tentang beragam kuliner vegan Israel dan pantainya yang indah. Tel Aviv adalah kota yang dipromosikan untuk dikunjungi oleh para wisatawan muslim.

Para petugas tersebut tidak membahas tentang peristiwa tembakan roket Gaza ke Israel dan serangan udara Israel ke Gaza. Karena tugas mereka adalah tentang pariwisata Israel yang bisa dikunjungi oleh masyarakat.

Ksenia Kobiakov berharap warga Emirat dan warga asing UEA akan mengunjungi Israel sebagai imbalan dan membantu sektor pariwisatanya untuk pulih ketika negara itu terbuka lagi untuk wisatawan.

“Kami datang ke sini untuk menunjukkan Israel sebagai tujuan baru bagi UEA dan negara-negara Teluk, sebagai tujuan yang sangat berwarna dan menarik serta terbuka,” kata Kobiakov.

Rencana untuk membuka perjalanan bebas visa antara kedua negara ditunda karena aturan karantina Israel. UEA dan Israel yang menjadi negara paling sukses di dunia melawan virus corona lewat program vaksinasi berada di jalur yang tepat untuk menandatangani perjanjian pembebasan visa yang rencananya diadakan pada pada 1 Juli mendatang.

Ia mengatakan bahwa kondisi saat ini memengaruhi rencana Israel untuk menarik kembali wisatawan, terutama bagi warga Emirat dan Bahrain seperti calon investor atau pejabat dari negara-negara ini.

“Kekerasan di sekitar Temple Mount di Yerusalem Timur pekan lalu memicu kecaman langka dari kedua negara yang menandatangani perjanjian pengakuan atas Israel tahun lalu,” jelasnya.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed berhenti secara tiba-tiba mengomentari Israel secara negatif pada Jumat kemarin setelah sebelumnya memberikan kritik tajam dalam pertemuan dengan negara-negara Arab.

Leave a Reply

  • (not be published)