YERUSALEM – Tak jauh dari Kota Tua Yerusalem terdapat sebuah gereja yang merupakan situs tua sejarah penyaliban Yesus. Gereja Makam Kudus tersebut harus ditutup karena pandemi corona. Umumnya hanya pendeta yang melanjutkan ritual harian dari dalam gereja.

Pastor Amjad Sabbara merayakan misa di Biara St. Saviour, Yerusalem yang disiarkan langsung lewat Facebook (Sumber Foto:

Dari sana beranjak ke Biara St. Saviour yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki, tempat ini merupakan lokasi utama dilakukannya misa untuk umat beragama Katolik di Yerusalem.

National Public Radio melaporkan bahwa, selama berbulan-bulan, Pastor Amjad Sabbara mengadakan serangkaian misa sederhana yang diikuti oleh 19 jemaat. Dengan demikian, setiap orang di paroki Palestina dapat menghadiri misa bersama dengan mematuhi jarak aman setidaknya sebulan sekali.

Namun sekarang, dengan gelombang serangan kedua virus corona di Palestina, Yerusalem membuat jemaat hanya bisa menghadiri misa dari rumah lewat tayangan langsung dari Facebook.

“Lebih baik, Anda tahu, untuk melindungi rakyat dan keluarga,” kata Sabbara. “Lebih baik tinggal di rumah. Jadi, dengan cara ini, kita bisa berdoa bersama,” ungkapnya.

Untuk umat yang tinggal di rumah, Sabbara telah membuat hotline konseling khusus. Ia mengaku mendapat banyak telepon dari keluarga yang mengaku khawatir karena harus mengurung diri di rumah selama pandemi.

Di Hari Minggu kemarin, Sabbara mengaku juga telah menawarkan homili dalam bahasa Arab dan mengangkat piala emas dan komuni di depan kamera yang disiarkan secara langsung.

Namun, sempat juga ada dua pengunjung yang masuk ke dalam gereja yang tertutup. Pada akhirnya mereka diizinkan untuk tinggal dan mengikuti misa.

Leave a Reply

  • (not be published)