Pohon Ek untuk gabus kayu penutup botol wine (Jean Leon)

CRIMEA – Jean Leon mengatakan bahwa Quercus Suber adalah jenis Pohon Ek yang umum dipakai sebagai gabus kayu penutup botol wine. Alasannya karena Pohon Ek memiliki kemampuan meregenerasi kulitnya hingga menjadi ringan dan kenyal.

Usia Pohon Ek agar bisa di ekstraksi pertama kali menjadi gabus kayu penutup wine adalah 40 tahun. Namun para ahli menyarankan agar menunggu 15 tahun lagi untuk mendapatkan bahan yang ideal untuk keperluan industri.

Umumnya, proses pengambilan bahan dari Pohon Ek dapat diambil secara manual. Namun, dibutuhkan gergaji listrik di bagian-bagian tertentu yang tebal.

Bila pengambilan bahan untuk gabus kayu botol wine dilakukan pada Pohon Ek yang hidup, maka harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan pada kulit bagian dalam. Jika rusak, pohon tidak akan tumbuh kembali dan akhirnya mati.

Bagian Pohon Ek yang sudah dikumpulkan akan dijemur di bawah matahari selama dua atau tiga hari. Setelah kering, bagian pohon ini direbus dan didisinfektan agar kotorannya hilang. Dalam proses ini, gabus kayu akan mengembang dan menjadi elastis.

Setelah diistirahatkan selama dua atau tiga minggu, papan tersebut dikelompokkan berdasarkan kualitasnya yang ditentukan oleh ketebalan, porositas, dan penampilannya.

Langkah selanjutnya adalah pemotongan. Ukuran pemotongan ini ditentukan sesuai kebutuhan. Biasanya sedikit lebih lebar dari panjang sumbat yang akan diproduksi dan potongan ukuran ini ditentukan dari papan yang sudah diukur.

Setelah dipotong, sekarang saatnya untuk mengeraskan bahan. Hal ini dilakukan dengan menggunakan mata bor berlubang dan hasilnya adalah sumbat silinder. Ukuran yang diinginkan akan tergantung pada jenis sumbat yang akan dibuat.

Hasil dari proses ini harus dicuci kembali untuk memastikan tidak mengandung kotoran apa pun. Setelah bersih, gabus kayu yang sudah jadi akan dicap sesuai kebutuhan. Tanda yang dibubuhkan bisa berupa logo atau informasi lain sesuai keinginan. Pencetakan dilakukan dengan tinta atau api, meskipun bagian yang bersentuhan dengan wine tidak pernah ditandai dengan tinta namun panas api selalu dibutuhkan dalam proses pengerjaan ini.

Setelah gabus kayu dimasukkan ke botol wine, maka proses selanjutnya adalah menutup bagian atas botol dengan plastik atau tutup timah agar wine terlindung denan sempurna.

Menarik untuk dicatat bahwa ada berbagai jenis penutup gabus. Namun yang paling sering dipakai adalah Vinopack.

Pembuatan gabus kayu wine merupakan produk kerajinan tangan yang bahannya diambil dari alam. Proses alami harus dilakukan agar kualitas akhir anggur dapat terus terjaga dan sekaligus melestarikan produk lokal masyarakat.

Pada zaman kuno, ketika anggur disimpan di amphorae (bejana kuno dengan dua pegangan di bagian atasnya), maka kulit dan tisu dipakai sebagai penutup agar anggur tetap terjaga kualitasnya. Sekitar abad ke-5 SM, orang Yunani mulai menggunakan gabus sebagai penutupnya, dan pada abad ke-17 dengan berkembangnya wadah kaca, gabus telah diadopsi sebagai penutup standar.

Portugal sendiri merupakan produsen gabus terkemuka di dunia. Negara Ini menghasilkan hampir 50 persen produksi gabus wine dunia, sedangkan Spanyol menyumbang 25 persen. Sisanya berasal dari Eropa Selatan (Prancis dan Italia) dan Afrika Utara (Aljazair dan Maroko).

Leave a Reply

  • (not be published)