TURKI – Perkembangan ekonomi sebuah negara terlihat dari gaya hidup masyarakatnya. Salah satu yang paling mudah diketahui adalah dari cara pemerintah menyediakan perumahan untuk warganya.

Barisan apartemen di Turki dari atas Jembatan Bosphorus (Fotografer: Elitha Evinora Tarigan)

Turki misalnya, negara yang menjadi pertemuan budaya Eropa dan Asia ini memang sangat unik. Saat menyeberangi Jembatan Bosphorus dari Turki bagian Eropa maka akan langsung terlihat perbedaan budaya yang sangat signifikan. Tak perlu jauh-jauh, di ujung jembatan saja saya sudah disapa oleh sebuah perumahan bergaya Jepang yang sangat sulit dibedakan dengan yang ada di negara aslinya.

Saya pribadi sangat terkejut melihat perbedaan budaya yang sangat kental ini. Namun lebih mengagetkan lagi karena ternyata pemerintah Turki menyusun beberapa macam budaya otentik Asia di sepanjang Selat Bosphorus. Di Turki bagian Asia perumahan mewah masyarakat yang paling mudah terlihat umumnya bergaya China dan Jepang. Saya benar-benar tidak bisa membedakan apakah saya masih berada di Turki atau di Jepang karena hanya sekelebat mata saja semua sudah berubah.

Di Turki bagian Eropa sendiri terdapat beberapa model tempat tinggal masyarakat. Uniknya, sangat jarang ditemukan bangunan yang tingginya menggapai langit sebagaimana yang sering ditemukan di kota-kota besar.

Disini terdapat tiga jenis gaya hunian yang jadi patokan, yang pertama adalah rumah tradisional bergaya Ottoman. Rumah bergaya Ottoman ini sangat jarang dan bahkan tidak mungkin akan dijual karena memiliki nilai sejarah. Bangunan bertingkat dua atau tiga dengan konstruksi batu dan kayu. Rumah ini sangat mudah dikenali karena umumnya menggunakan atap berwarna orange dengan dinding berwarna putih namun penuh dengan ornamen ukiran.

Kedua adalah mansion yang umum berada di area tepi laut. Tipe bangunan yang juga berasal dari masa Kerajaan Ottoman ini merupakan salah satu hunian ekslusif di Turki. Halamannya biasanya sangat luas dan dikelilingi oleh taman-taman dengan ornamen kayu yang rumit. Aula rumah tipe ini biasanya beratap kubah dengan deretan jendela kayu. Desain ini dipakai untuk mendorong sirkulasi udara di musim panas.

Ketiga dan yang paling akan sering ditemukan di Turki adalah model apartemen. Tidak hanya di pusat kota, pemerintah Turki membangun apartemen hingga ke seluruh pelosok negeri ini. Uniknya, mini apartemen versi Turki juga dilengkapi dengan toko-toko dan tempat komersial di lantai dasar.

Dengan kata lain, bangunan ini terlihat sama seperti rumah tinggal biasa. Sangat berbeda dengan Indonesia dimana bangunan yang masuk dalam kategori apartemen biasanya mencapai 20 lantai, sementara di Turki hanya berkisar antara 3 sampai 5 lantai.

Seperti di Eropa, hunian apartemen di Turki dibuat sesuai dengan blue print pembangunan kota. Dengan demikian, tatanan bangunan terlihat sangat rapi antar satu dengan yang lain.

Leave a Reply

  • (not be published)