Grand Bazar Istanbul yang menjadi salah satu pusat penjualan tas branded palsu (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

ISTANBUL – Turki adalah salah satu negara di Timur Tengah yang paling ganas dalam menjual tas palsu. The Editor beberapa waktu lalu berkunjung ke Grand Bazzar Istanbul yang berlokasi di distrik Fatih yang tak jauh dari Masjid Biru dan Museum Hagia Sophia.

Apa yang menarik dari sini? Saat hendak masuk ke gerbang utama pasar, dua orang pria yang tengah menenteng tas yang Ia sebut bermerek Hermes memanggil kami untuk singgah di toko miliknya.

“Hallo, sini. Ini tas Hermes asli. Ayo, ada harga bagus,” katanya sedikit berbisik.

Kami terkejut dengan panggilan mereka yang tadinya kencang berubah jadi pelan. Salah satu diantaranya mengatakan bahwa tas yang sedang Ia pegang tersebut adalah produk terbatas keluaran Hermes. Barang yang Ia klaim asli tersebut akan diberikan dengan harga diskon asal tidak dibesar-besarkan kepada pembeli lain.

Sikap kedua pria itu makin mencurigakan saat toko yang Ia tunjuk sebagai pusat penjualan barang-barang asli sangat kecil dan tertutup. Gang sempit yang berada disamping toko tersebut makin menambah kesan tidak percaya. Apalagi keduanya memanggil pembeli dengan cara berbisik seolah informasi yang hendak Ia sampaikan rahasia.

Tentu saja Hermes tidak membuka tokonya di Grand Bazzar yang merupakan pasar tradisional di Turki. Apalagi di tempat yang sangat mencurigakan. Selain itu, Hermes juga tidak akan menjual tas Chanel atau Gucci di toko pribadinya.

Saat kami bertanya hal tersebut ke dua penjual yang terlihat sangat percaya diri itu, mereka dengan antusias mengatakan bila toko yang mereka miliki berbeda. Banyak turis Asia lainnya yang khusus berbelanja ke toko mereka karena harganya yang murah. Yang pasti, kedua orang ini berbohong.

Penjual semacam ini akan dengan mudah Anda temui saat berada di Turki. Mereka akan merayu turis hanya agar mereka mau membeli barang-barang yang ada di toko mereka. Bahkan, tidak sedikit diantara mereka merayu perempuan asal Asia Tenggara dengan iming-iming akan jadi pacar mereka.

Fenomena penjual Turki yang menarik perhatian turis wanita asal Asia itu bukan hal baru lagi. Karena penjual pria di negara ini tak segan mendekatkan tubuh mereka ke pembeli sembari menunjukkan sikap bahwa mereka tengah merayu dengan serius.

“Saya siap jadi suami dan punya pacar orang Indonesia lho,” katanya.

Penjual di pasar ini juga suka membedakan pembeli yang pernah singgah di kios mereka. Menurutnya pembeli asal Malaysia kurang diminati karena selalu meminta tambahan diskon saat berbelanja. Jadi tidak menarik perhatian pembeli yang Ia klaim kebanyakan masih berstatus single alias jomblo.

Sebagaimana diketahui, Turki adalah salah satu negara raksasa modern dengan gedung pencakar langit nan mengagumkan. Kekuatan ekonomi negara ini membuat Erdogan, presiden Turki saat ini sangat percaya diri dalam mengambil kebijakan internasional. Bahkan mengubah museum Hagia Sophia menjadi masjid. Keputusan ini menarik perhatian dunia internasional sekaligus mencoreng kerja keras Presiden Pertama Turki, Mustafa Kemal Ataturk yang merenovasi Gereja Hagia Sophia dan menjadikannya museum sejarah dunia.

Sayangnya, gedung pencakar langit yang menjadi rumah-rumah barang branded asli seperti Hermes dipajang dan dijual, ternyata tidak menjadi patokan bagi negara ini untuk menghentikan penjualan produk palsu.

Penjualan produk palsu di Turki ini telah jadi ajang perbincangan dunia internasional. Karena kamar dagang di ibukota Ankara menyatakan kerugian negara yang mencapai milyaran dolar akibat penjualan produk-produk palsu yang tidak terkendali.

Leave a Reply

  • (not be published)