JAKARTA – Bagi anggota dewan yang duduk di parlemen ternyata membahas Rancangan Undangan-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual ternyata sangat sulit.

Fotografer : Dilla Sausan untuk The Editor

Alasan yang paling masuk akal menurut anggota dewan yang bisa disampaikan hingga saat ini kepada publik adalah dibutuhkannya lobi-lobi untuk meloloskan RUU yang ditujukan untuk menyelamatkan perempuan dari para predator sex yang tidak pernah bertanggung jawab. Banyak pendapat dan opini yang beredar, namun sedikit yang berbicara mengapa banyak legislator yang menolak RUU ini ternyata kebanyakan adalah laki-laki?

Tak perlu jauh-jauh, mari kita tengok ke tahun 2014 saat Vogue India mengeluarkan sebuah demo yang tujuannya adalah untuk mengubah pola pikir seluruh masyarakat India. Lewat sebuah tayangan video berdurasi dua menit, majalah ini menggegerkan publik India yang identik dengan kekerasan pada perempuan. Anehnya, tak semua orang setuju dengan iklan layanan masyarakat tersebut.

Di awal tayangan video ditunjukkan seorang anak laki-laki yang lahir dari kalangan keluarga menengah keatas. Hal tersebut sangat terlihat dari property yang dipakai di rumah mereka, bergaya modern dan masuk dalam kategori mewah. Disana ditunjukkan anak lelaki tersebut ternyata kerap menangis saat masih kecil dan selalu dipaksa untuk tidak menangis.

“Anak laki-laki tidak menangis,” demikian kata-kata yang selalu diucapkan oleh kedua orang tua anak tersebut setiap hari. Kalimat yang sama selalu disampaikan berhari-hari sampai sang anak masuk sekolah dasar. Disana ditunjukkan adegan Ibu yang seharusnya mendidiknya dengan lembut justru mengejek anak lelakinya bila menangis.

“Berhentilah menangis Rohan, kamu seorang perempuan ya? Seorang pria tidak menangis,” kata Ibunya sembari membiarkan anak kecil yang malang itu menangis dengan air mata bercucuran.

Ada banyak contoh keluarga yang dijadikan sebagai demo untuk tayangan tersebut. Persamaannya adalah mereka semuanya berasal dari keluarga menengah keatas. Sikap orang tua yang memarahi anak laki-lakinya ternyata dicontoh juga oleh anak perempuan. Dengan kata lain, tindakan semacam ini merupakan budaya yang lumrah bagi masyarakat India.

Dari tayangan itu juga diketahui bahwa anak laki-laki yang terlalu sering dilarang untuk menangis ternyata tumbuh jadi seorang psikopat yang doyan memukul perempuan, meskipun mereka pasangan suami istri.

Pesan dari tayangan video tersebut sangat sederhana, yaitu untuk mencegah tindakan kekerasan terhadap perempuan maka harus dimulai dengan mendidik laki-laki terlebih dahulu. Cara paling sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan membiarkan anak lelaki anda di rumah untuk mengekspresikan dirinya lewat tangisan.

Pro dan Kontra

Tayangan tersebut mendapat pro dan kontra, dari pihak komentator wanita. Mereka bahkan terang-terangan menyebut bila pria sensitif sangat menarik perhatian wanita.

“Saya menghargai pesan dari tayangan video itu, bias terhadap anak laki-laki dan laki-laki itu memang menakutkan. Di tempat kerja, saya bahkan menegor rekan kerja yang tidak menangis saat kalah proyek. Saat mereka tanya aku hanya menjawab bila pria sensitif lebih menarik bagi wanita. Kata-kata tersebut saya ucapkan agar mereka tidak menahan emosi dan tetap menjadi manusia biasa,” ujar elva136.

“Saya kira inilah yang harus diajarkan sejak awal. Rasa saling menghormati tidak hanya terjadi antara pria dan wanita saja, tetapi juga dunia sekitar seperti tanaman, pohon, hewan, hutan dan setiap organisme hidup di dunia. Ada banyak hal yang harus dilakukan di dunia ini selain jadi seorang psikopat,” tambahnya.

Sementara itu, penolakan justru datang kebanyakan dari netijen pria. Diantaranya seperti:

“Mereka pasti membuat banyak anak-anak mennagis untuk tayangan video ini, iya kan?” ujar akun @Dev Kulkarni.

“40% kekerasan pada rumah tangga justru menimpa pria,” ujar akun @VarunTomer.

“Video ini adalah salah satu tayangan yang paling menjijikkan yang pernah saya lihat dalam hidup saya. Menurut saya organisasi ini mungkin tengah membahas isu laki-laki, tapi aku yakin isunya hanya digunakan sebagai batu loncatan untuk membuat semuanya tentang perempuan lagi. Benar-benar menjijikkan,” kata akun @Charlie.

Untuk tayangan video tersebut silahkan klik di https://www.youtube.com/watch?v=0Nj99epLFqg

Leave a Reply

  • (not be published)