Petugas pemadam kebakaran Palestina memadamkan api dari sebuah kafe yang berada di tepi pantai setelah terkena serangan udara Israel, di Kota Gaza, Senin, 17 Mei 2021 (Foto AP /Khalil Hamra/ THE EDITOR)

KOTA GAZA – Dalam serangan udara yang dilancarkan pada Senin (17/5) kemarin, Israel menghancurkan terowongan sepanjang 15 kilometer (9 mil) milik Hamas.

AP menyebutkan bahwa terowongan tersebut menjadi rumah bagi 9 komandan militan Hamas yang bertugas sebagai diplomat organisasi ini di dunia internasional.

Disebutkan juga bahwa gedung lima lantai tempat Kantor Kementerian Agama Hamas juga hancur dalam serangan ini. Bangunan ini menurut Israel jadi target operasi utama karena jadi pusat operasional pasukan keamanan internal Hamas.

Sementara itu. Jerusalem Post mengatakan bahwa terowongan tersebut ternyata sengaja dibangun di pintu masuk taman kanak-kanak alias di jantung rumah tinggal penduduk sipil. Militer Israel mengklaim telah lakukan tindakan pencegahan untuk memastikan meminimalkan kerusakan pada penduduk sipil.

Saat Hamas terus meluncurkan roketnya, disaat yang bersamaan juga rumah pemimpin Hamas Gaza Yahya Sinwar dan saudaranya Muhammad yang bertanggung jawab atas logistik dan perekrutan tenaga kerja Hamas juga dihancurkan. Rumah ini dikabarkan berfungsi sebagai infrastruktur teror yang sangat penting.

Kemudian, militer Israel lakukan serangan udara terhadap beberapa rumah lainnya, serta kantor Kepala Perencanaan dan Pengembangan Biro Politik Hamas Samah Sarag, kediaman komandan Batalyon Hamas Zeitoun di Kota Gaza Youssef Abel-Wahab, dan kediaman Pejabat Intelijen Militer Hamas Ahmad Abd El Aal.

Puluhan pabrik senjata dan tempat penyimpanan di Tzabrah tel Aloha, Sheik Amodan dan Kota Gaza juga diserang. Militer Israel mengatakan bahwa pabrik tersebut itu terletak di rumah-rumah operasi angkatan laut dan udara Hamas, regu anti-tank dan unit-unit cyber ofensif.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, 181 orang telah tewas sejak pertempuran dimulai, termasuk 52 anak dan 31 wanita, sementara itu 1.200 lainnya terluka. Sementara itu di Israel sendiri 10 orang dinyatakan tewas, termasuk seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dan seorang tentara dalam serangan roket. Kedua negara yang tengah bertikai ini dituding menargetkan wilayah sipil.

Leave a Reply

  • (not be published)