Taman Batu yang dikelilingi oleh bukit batu (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

PANGKEP – Taman Batu, sebuah area konservasi hasil ciptaan alam yang berlokasi di Desa Balleangin, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Berisikan ribuan ton batu cadas yang bentuknya mirip seperti candi prambanan menjadi sebuah keajaiban alam yang menakjubkan.

Kali ini tim jalan-jalan The Editor bersama dengan Kompolnas Kabupaten Pangkep Ridwan Saenong menuju lokasi yang tidak jauh dari pusat kota Pangkajene. Lokasinya sangat mudah untuk dicapai, cukup dengan berkendara motor atau mobil dan sepeda.

Sejauh mata memandang turis-turis asing yang datang ke tempat ini menggunakan moda transportasi sepeda untuk berwisata dan berkeliling area wisata alam yang dilindungi ini.

Area taman batu berada sekitar 20 meter dari pinggir jalan. Bila tidak jeli Anda mungkin akan sulit menemukannya karena tidak ada penanda jalan yang menunjukkan bahwa di taman tersebut berada dibalik persawahan milik warga desa.

Saat tiba di taman batu, tidak ada kata lain yang bisa dikatakan selain rasa takjub. Susunan bebatuan cadas terhampar diatas lahan seluas 1 hektar menghiasi seluruh area dengan latar belakang bukit batu.

Bebatuan yang ada di tempat ini sepintas terlihat seperti batu karang bawah laut yang mengering. Ada dua macam susunan batu yang akan mengundang rasa takjub wisatawan. Pertama adalah susunan bebatuan yang mirip dengan candi dan susunan bebatuan yang mirip dengan bunga yang tengah mekar.

Susunan batu yang mirip bunga mekar ini sepintas terlihat seperti kursi duduk dan bisa dinaiki. Sementara bebatuan cadas yang mirip dengan candi berukuran raksasa dan tersusun rapat satu sama lain. Yang menarik lagi adalah, di sekitar taman batu ini petani menanam wijen, jadi menambah keindahan taman.

Bebatuan dengan ukuran lebih kecil (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

Turis dilarang mematahkan bebatuan cadas nan runcing. Beberapa batu bisa dilewati dan dijadikan sebagai tumpuan untuk foto. Namun pengunjung tidak diizinkan menaiki bebatuan cadas yang tinggi karena sangat berbahaya.

Tajamnya bebatuan purba yang ada di taman ini bisa dirasakan saat disentuh. Cuaca panas yang terik mengingatkan turis untuk selalu membawa air mineral saat berkunjung ke tempat ini.

Pemerintah Harus Lebih Peduli Pada Pariwisata

Saat ini belum ada moda transportasi yang langsung menuju taman batu. Jadi turis harus menyewa mobil atau motor untuk bisa tiba di tempat ini baik dari Makassar atau dari kabupaten lain di sekitar kota Pangkajene.

“Kalau ada transportasi umum mungkin akan lebih mudah dicapai dan makin banyak pengunjung,” ujar Khalijah, warga Pangkep yang juga menjadi rekan wisata The Editor.

Menurut Lurah Desa Balleangin, penjual makanan biasanya ramai menjajakan makanannya di taman batu pada hari Minggu karena ramainya kunjungan turis.

Keberadaan sapi-sapi milik warga desa tidak mengganggu kebersihan taman batu karena terdapat parit pemisah serta pagar yang tidak akan membuat sapi berjalan hingga ke lokasi taman.

Taman ini sangat cocok dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata bagi Anda yang suka pada olah raga alam. Anda sangat direkomendasikan juga berwisata sambil berkendara dengan sepeda untuk menikmati keindahan alam bukit batu yang ada disekeliling desa tersebut.

Leave a Reply

  • (not be published)