Keindahan Sungai Neretva di era modern ini digunakan sebagai lokasi arung jeram saat musim panas (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

BOSNIA – Perang Bosnia adalah sebuah konflik bersenjata internasional yang terjadi pada Maret 1992 dan November 1995. Perang ini melibatkan beberapa pihak seperti Republik Federal Yugoslavia (yang berganti nama menjadi Serbia dan Montenegro) dan Kroasia.

Perang Bosnia juga disebut sebagai perang etnis karena wilayahnya memang terdiri dari beragam etnis dan agama. Monumen pertanda perang yang berdarah ini ditandai di Sungai Neretva, tempat dimana ribuan etnis dibunuh dan ditenggelamkan tanpa belas kasihan.

Dari penuturan salah satu warga kepada The Editor, Sungai Neretva yang berwarna jamrud di musim dingin ini pernah jadi sungai berdarah yang warnanya tak pernah hilang dalam beberapa tahun terakhir. Sungai Neretva juga jadi saksi bisu berbagai etnis penduduk yang tinggal di dekat Bosnia menyebrang diantara tumpukan manusia secara diam-diam.

“Kalau ketahuan beda etnis maka akan langsung dibuuh dan dibuang mayatnya ke sungai,” ujar penjual cenderamata yang berjualan tepat di tangga jembatan Sungai Neretva beberapa waktu lalu.

Sejarah Konflik Di Bosnia

Wilayah Bosnia terletak di jantung dari Federasi Yugoslavia yang menjadi daerah perebutan sejak zaman Kerajaan Austro-Hungaria yang melawan pengaruh Kerajaan Turki pada saat Kekaisaran Ottoman. Bubarnya Yugoslavia lama, oleh negara-negara sekitarnya maupun dari negara-negara Big Power/luar menginginkan agar Yugoslavia mini pun ikut bubar.

Bosnia dan Hezergovina menyatakan berdaulat lewat referendum pada 1 Maret 1992. Dunia internasional mengakui kemerdekaan negara ini pada 22 Mei 1992 dan langsung jadi anggota negara PBB.

Namun, kemerdekaan ini mendapat penolakan dari etnis Serbia. Di bawah pemerintahan Rodovan Karadzic dan Slobodan Milasevic serangan besar-besaran diluncurkan pada pertengahan 1992. Peristiwa ini yang mengawali sejarah upaya genosida bagi orang muslim di Bosnia.

Bosnia sendiri berbatasan dengan Kroasia di bagian utara, barat, dan selatan. Kemudian dengan Serbia di timur, dan Montenegro di selatan. Dan tepat di tahun 1995, diketahui bila 8.000 masyarakat sipil Islam dinyatakan meninggal akibat Perang Bosnia hanya dalam waktu 11 hari saja, yakni tanggal 11 sampai 22 Juli 1995.

Sebagai informasi, pada tahun 1800 terdapat 40 persen orang Bosnia adalah Ortodoks dan setengahnya adalah Muslim. Jumlah penganut Islam memuncak pada tahun 1600 di mana pada saat itu tiga per empat orang Bosnia adalah Muslim.

Orang Bosnia umumnya dikaitkan dengan Islam dan Kristen, orang Kroasia yang tinggal di Bosnia dikaitkan dengan Gereja Katolik Roma, dan orang Serbia yang tinggal di Bosnia dikaitkan dengan Gereja Ortodoks Serbia.

Saat ini jumlah orang yang menganut agama Kristen di Bosnia meliputi 52 persen dari jumlah penduduknya, agama Islam 45 persen, dan kelompok lainnya 3 persen (termasuk non agamis dan Yahudi). Komunitas Yahudi meliputi sekitar 1,000 penganut.

Dari kacamata ekonomi, kekayaan alam dan bahan tambang yang dikandung dalam wilayah Bosnia Herzegovina, merupakan daya tarik lainnya bagi siapa yang menguasai wilayah ini. Hampir 80 persen medan gunung-gunung dengan sungai yang berjeram merupakan daerah yang menguntungkan bagi penyediaan listrik tenaga air (Hydropower plant).

Demikian juga kekayaan akan tambang bauxit, magnesium, asbes, dalomit, batubara, minyak, lignit, garam dan lain-lain, merupakan tambang yang potensial bagi berjalannya industrialisasi.

Leave a Reply

  • (not be published)