Lahan pertanian dan perkebunan yang ada di Desa Siosar, Tanah Karo, Sumatera Utara (Foto: Elitha Evinora/ THE EDITOR)

TANAH KARO – Letaknya hanya 20 km dari Kabanjahe, pusat Kota di Tanah Karo yang jadi tempat perputaran ekonomi masyarakat Suku karo. Siosar adalah sebuah kawasan perbukitan yang dijadikan sebagai area relokasi warga yang terkena letusan Gunung Sinabung tahun 2013 silam.

Sebelum ditempati, banyak masyarakat Karo yang tidak mau tinggal di rumah-rumah baru nan modern yang disediakan pemerintah untuk warga disini. Mengapa? Karena rumah yang diciptakan oleh pemerintah tidak sama dengan budaya yang orang Karo miliki selama ini.

Rumah orang Karo biasanya dibangun berhadap-hadapan satu sama lain. Dibangun berderet memanjang sehingga anak-anak bisa bermain di tengah. Sementara itu rumah yang tersedia di Siosar tidak demikian. Sepintas terlihat sama seperti rumah sakit untuk merawat penderita lepra di Sungai Buloh, Malaysia.

Bentuknya yang kecil juga tidak membuat masyarakat Suku Karo merasa nyaman tinggal di dalam. Suku Karo tinggal berkelompok, jadi berinteraksi satu sama lain sangat penting bagi kelompok masyarakat ini.

Meski demikian, akhirnya pemerintah dapat meyakinkan masyarakat untuk tinggal di desa yang baru ini. Siosar tidak hanya dibekali dengan pemandangan yang sempurna dari hutan dan bukit. Pemerintah mengizinkan tempat ini dibangun sebagai zona wisata baru di Tanah Karo.

Bila berkunjung ke Siosar, Anda akan disuguhkan pemandangan alam yang menakjubkan. Berbagai macam penginapan bisa Anda pilih, mau yang mahal sampai yang murah.

Angkutan umum dan becak menuju tempat ini bisa Anda dapatkan dari Simpang Desa Singa. Meskipun tidak sebanyak yang ada di perkotaan karena warga disini lebih banyak beraktivitas di dalam Desa Siosar itu sendiri.

Leave a Reply

  • (not be published)