Roket-roket Hamas diluncurkan menuju Israel dari Rafah, bagian selatan Gaza Strip pada 12 Mei 2021 (Abed Rahim Khatib/Flash90/ THE TIMES OF ISRAEL/ THE EDITOR)

Roket-roket Hamas diluncurkan menuju Israel dari Rafah, bagian selatan Gaza Strip pada 12 Mei 2021 (Abed Rahim Khatib/Flash90/ THE TIMES OF ISRAEL/ THE EDITOR)

GAZA – Tercatat 4000 roket yang telah diterbangkan Hamas dengan tujuan ke Israel. Namun dengan kekuatan Iron Dome Defence System, Israel menghancurkan roket-roket tersebut di wilayah udara Gaza

Tidak banyak yang tahu bila pada akhirnya roket-roket yang diterbangkan oleh Hamas akhirnya menghancurkan warga Gaza sendiri.

Dalam setiap serangan udara Israel, titik yang dijadikan target penghancuran salah satunya adalah lokasi dimana roket tersebut ditembakkan.

Hal ini sangat wajar karena setiap orang yang berperang akan mencari kekuatan militer lawannya untuk dihancurkan.

Diketahui juga bahwa titik yang dijadikan sebagai area peluncuran roket itu adalah pemukiman warga.

Tindakan semacam ini sangat jarang dibahas oleh dunia internasional, kecuali yang tidak pro pada teroris.

Dalam setiap video yang dirilis oleh militer Israel kepada seluruh media dan publik terlihat jelas bahwa Hamas menerbangkan dan menyimpan senjata roket mereka di wilayah pemukiman warga. Belum diketahui alasan mengapa pemukiman dijadikan sebagai lokasi penyimpan roket oleh Hamas.

4000 roket yang diterbangkan oleh Hamas dihancurkan oleh Iron Dome Defence System milik Israel di wilayah udara Israel ternyata tidak hancur sepenuhnya di udara. Akibatnya pecahan roket tersebut berjatuhan di perumahan rakyat Gaza dan menimbulkan kebakaran.

Roket-roket yang pecah dan jatuh di Gaza ternyata menimbulkan efek yang lebih parah ketimbang serangan udara Israel. Contohnya adalah saat pesawat jet tempur Israel menyerang rumah Komandan Hamas Al-jabri di Khan Younis, tentara Irael terlebih dahulu menghubungi tiap warga yang berada di residen tersebut.

Saat serangan udara diluncurkan, hanya rumah Al-jabri yang dinyatakan hancur, sementara rumah lain masih bediri tegak dan warga juga bisa menyaksikan serangan tersebut tanpa ada yang terluka. Padahal serangan udara dengan pesawat jet canggih Israel sangat mematikan. (Baca: Warga Gaza Akui Tentara Israel Hubungi Masyarakat Setempat Agar Menyelamatkan Diri Sebelum Menyerang Rumah Komandan Hamas).

Berbeda dengan roket Hamas yang pecah di udara karena serangan Iron Dome dan jatuh di pemukiman warga. Efek yang ditimbulkan adalah rumah-rumah warga terbakar dan hancur. Selain itu jalanan juga menjadi kotor karena penuh diisi okeh ratusan hingga ribuan roket yang pecah.

Ukuran roket-roket yang ditembakkan Hamas bervariasi. Roket yang diharapkan bisa melewati perbatasan biasanya memiliki bobot antara 40-50 kg bernama Qasam. Bayangkan, puluhan roket seperti ini beterbangan di udara pecah dan jatuh ke permukaan. Tentu sangat berbahaya.

Militer Israel tentu tidak mengizinkan pecahan roket tersebut jatuh di wilayah udaranya. Tidak ada negara yang akan izinkan warganya menderita, termasuk juga Israel. Dengan kata lain, Hamas jadikan warga Gaza sebagai senjata pertahanan untuk diri mereka sendiri.

Tak hanya jadikan warga Gaza sebagai senjata pertahanan Hamas yang hidup, Hamas juga mengajak anak-anak untuk ikut serta dalam peperangan ini. Dalam aturan jelas tertulis bahwa anak-anak memiliki hak untuk dilindungi, terutama dari aksi kekerasan. Sayangnya Hamas justru sebaliknya. Video dan foto yang selalu melibatkan anak-anak dalam aksi terorisme justru dianggap tindakan pahlawan di Palestina.

Leave a Reply

  • (not be published)