Panen tomat di Desa Simpang Sinaman, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo (Fotografer: Liberty Ginting

BERASTAGI – Setelah sempat anjlok hingga mencapai harga Rp2.000 per kilogram, kini harga tomat sudah berangsur normal dimana harga per kilogramnya mencapai Rp9.000 per kilogram. Perubahan harga ini terjadi di Pasar Roga, Berastagi, Tanah Karo, Sumatera Utara per tanggal 19 Juni 2020.

“Kalau harga naik petani tidak akan rugi dan berharap terus begini dan tidak turun (harganya) sampai 2.000 per kilogram,” ujar Henny Sembiring (36) saat berbincang dengan The Editor, Sabtu (20/6).

Kata Henny, harga tomat akan berbeda bila dipanen oleh pembeli langsung di ladang. Sebagai contoh, bila harga tomat di pasar Rp9.000 per kilogram, maka saat pembeli langsung memanen di ladang petani harganya akan berbeda sekitar Rp500. Dan ternyata petani lebih memilih metode seperti ini. “Karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk beli keranjang dan jasa buruh tani. Kalau hanya beda 500 maka kami pilih pembeli langsung datang saja ke ladang,” katanya.

Perubahan harga juga terjadi untuk beberapa komoditi pertanian, sinyal positif ini membuat petani sangat bahagia saat bertemu pembeli di pasar. Umumnya tidak ada perbedaan harga yang cukup signifikan di pasar-pasar tradisional di Tanah Karo, Sumatera Utara. Beberapa pasar yang sering jadi bahan acuan harga sayur mayur dan produk pertanian lainnya adalah Pajak Tigapanah, Pajak Kabanjahe dan Pajak Roga Berastagi.

Berikut daftar harga komoditi pertanian di Pajak Roga per tanggal 19 Juni 2020, cabai merah Rp13.000 – Rp14.000 per kilogram, cabai rawit kasar Rp10.000 per kilogram, cabai rawit kasar Rp12.000 – Rp13.000 per kilogram, cabai hijau Rp8.000 per kilogram, kentang kuning Rp6.500 per kilogram, buncis Rp2.500 – Rp3.000 per kilogram, wortel Rp3.500 per kilogram, kol bunga Rp4.500 per kilogram, brokoli Rp2.000 per kilogram, kol bulat Rp1.200 – Rp1.300 per kilogram, sawi putih Rp1.000 per kilogram, sayur pahit Rp500 – Rp1.000 per kilogram, daun prei Rp30.000 per kilogram, daun seledri/daun sop Rp3.000 – Rp4.000 per kilogram, terung anta boga Rp40.000 – Rp45.000 per kilogram, jipang besar Rp25.000 per rajut dan anak jipang Rp2.500 per kilogram.

Aturan New Normal, Di Tanah Karo Tidak Ada Pedagang Yang Kena Virus Corona

Pemerintah telah mengeluarkan aturan New Normal yang baru dimana salah satunya pasar tradisional diizinkan untuk dibuka dan beroperasi seperti biasa. Di Jakarta sendiri 167 pedagang di 18 pasar tradisional diketahui positif terjangkit virus corona (Covid-19). “Tidak ada pemeriksaan selama ini di pasar tapi yang pasti yang masuk ke pasar wajib pakai masker,” ujar Benita Ginting (34), salah satu wirausaha muda asal Kabanjahe, Tanah Karo, Sumatera Utara.

Kata Benita, selama ini aturan harus memakai masker masih banyak dilanggar oleh masyarakat, terutama pedagang. Dengan kata lain, pembeli cukup sering menemukan penjual yang tidak menggunakan standar kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah tersebut. Meski demikian, Ia berharap aktivitas normal yang terus berjalan diseluruh pasar di Tanah Karo tidak menimbulkan korban. “Jangan sampai ada korban karena virus ini. Takut juga kadang,” cetusnya.

Benita mengatakan bahwa masyarakat di Tanah Karo sebenarnya kurang begitu memperhatikan anjuran pemerintah untuk tidak terlalu banyak beraktifitas di luar ruangan. Ia bersyukur karena hingga detik ini kasus pedagang yang meninggal karena virus corona tidak ada di Tanah Karo. “Kemarin petani tetap saja ke ladang meski pemerintah suruh di rumah. Tapi kebanyakan yang kena adalah orang dari luar kota,” jelasnya.

Sebagai pembeli, Benita mengaku terjadi perubahan harga dibeberapa komoditi yang sering Ia beli dalam beberapa waktu belakangan ini, misalnya cabai rawit Rp20.000 per kilogram, bawang merah Rp50.000 per kilogram, daun prei ditambah daun sop Rp50.000 per kilogram.

Leave a Reply

  • (not be published)