Tugu Obelisk di depan Basilika Santo Petrus, Roma, Vatican (Fotografer : Elitha Evinora Tarigan)

Oleh Pastor Keuskupan Agats Papua Martin Selitubun, Pr

Dalam semangat Hari Raya Pentakosta kita diundang untuk mengalami bagaimana hidup yang diperbaharui oleh Roh Allah. Dengan Roh ini, kita dipanggil untuk meninggalkan hal-hal lama dan membuka diri agar muka bumi ini dapat diperbaharui. Bagaimana mungkin membaharui wajah bumi jika wajah kita sendiri tidak dapat diperbaharui? Pembaharuan bukan pada hal yang kasat mata atau estetis belaka tetapi berawal dari hati.

Wajah hati ini mengidentifikasi kita sebagai manusia yang mampu menjadi alat baru untuk dirinya sendiri dan untuk orang lain. Dewasa ini terlalu banyak “usia tua” beredar di antara kita baik dalam cara kita berpikir atau saat kita bertindak. Kita bahkan mudah membiarkan diri kita ikut-ikutan terjebak sehingga mudah menua. Kita menua karena terjebak dalam ideologi semu, lalu menikmatinya seakan-akan itulah kebenaran yang ultima (kebenaran yang secara universal valid). Kita lupa bahwa hidup bersama dengan Roh Allah adalah sebuah proses penciptaan terus-menerus.

Untuk itu sudah seharusnya kita menghapus kerutan di wajah dan hidup secara baru dalam bimbingan Tuhan.Jika tidak, maka kita akan terus mendengar tangisan duka dan kesedihan karena adanya degradasi moral dan spiritual dalam hidup kita atau komunitas kita. Jadi diperlukan kerjasama untuk kebaikan kita semua. Ketika kita hidup di dalam Roh Allah maka ketakutan dan kecemasan akan diganti dengan sukacita dan harapan. Roh Allah akan tetap ada dan tidak pernah berubah. Dia bisa memiliki kita ketika kita memutuskan untuk meminta dari Tuhan agar diberikan Roh yang sama yang turun atas para rasul pada saat mereka berkumpul dan berdoa. Inilah karunia besar bagi kita. Karunia ini sangat berharga terutama hari ini di banyak berita dan informasi yang beredar tetapi tidak berdasar.

Kita membutuhkan Roh Kebijaksanaan agar kita dapat berefleksi terbuka untuk diperbaharui dan disegarkan sehingga wajah kita dan dunia menjadi baru. Semoga Roh ini pula menguduskan setiap pribadi dan komunitas pencari hikmat Allah di seluruh muka bumi hingga akhir zaman. Amin.

Leave a Reply

  • (not be published)