Pengunjung menikmati makan siang dalam tenda transparan di Restoran Cafe Du Soleil di New York (Insider/Getty Images)

NEW YORK – Berkunjung ke Eropa saat musim dingin sangat menyenangkan karena masyarakat di negara maju ini sangat tahu cara menikmati derasnya guyuran salju dan dinginnya udara. Salah satu cara warga Eropa menikmati musim dingin adalah dengan menyediakan tenda plastik transparan dengan penghangat di dalamnya.

Namun, selama musim pandemi corona menyerang dunia, negara-negara yang berada di benua Amerika dan Eropa mencari jalan lain agar bisnis restoran mereka tidak mati atau lumpuh begitu saja. Para pengusaha restoran dan cafe berlomba-lomba memasang tenda transparan yang isinya maksimal hanya empat orang saja.

Aturan ini awalnya dibuat dengan tujuan menerapkan standar protokol kesehatan yang diterapkan oleh dunia, yakni menjaga jarak. Namun sekarang, di kota besar seperti New York pun sepanjang musim panas ini tenda transparan ini tetap terpasang di halaman restoran dan cafe.

Standar protokol lain juga diterapkan bagi restoran dan cafe yang menggunakan tenda plastik ini. Diantaranya dengan tetap menjaga sirkulasi udara, tempat dan waktu bagi masyarakat yang ingin singgah disana.

Bagi masyarakat di Eropa dan Amerika yang cukup jarang mendapat paparan sinar matahari, keberadaan tenda plastik di restoran ini sebenarnya tidak cukup menyenangkan. Karena mereka umumnya lebih suka menikmati cahaya matahari langsung saat musim panas berlangsung.

Dr. Megan Murray, seorang ahli penyakit menular di Harvard lewat Insider mengatakan bahwa selama pandemi masyarakat harus tetap waspada saat memutuskan untuk makan di rumah atau di restoran.

Disebutkan oleh beberapa pakar katanya bahwa tempat yang paling aman untuk makan adalah di ruang terbuka dengan sinar matahari langsung dan angin sepoi-sepoi. Bukan restoran sempit dengan sirkulasi terbatas.

Juga disebutkan bahwa bar bukan tempat yang baik untuk disinggahi selama pandemi corona berlangsung. Karena ruang tanpa ventilasi yang baik sangat berbahaya untuk dijadikan sebagai tempat makan.

Profesor Linsey Marr, seorang insinyur lingkungan di Virginia Tech yang mempelajari bagaimana virus bersirkulasi di atmosfer setuju dengan keberadaan tenda di restoran dan cafe, tapi dengan kondisi tertentu.

Diantaranya dengan meminimalisir orang yang akan berada dalam satu tenda bersama dengan Anda dan mengurangi kontak dengan pelayan restoran. Dengan kata lain pengunjung yang berada di dalam tenda hanya satu orang saja.

“Ketika saya pertama kali melihat tenda-tenda itu, tenda individu kecil, saya seperti, ‘Oh, itu mengerikan. Ini di dalam ruangan!’ Tapi kemudian saya menyadari, jika hanya ada satu pihak di sana, maka Anda tidak benar-benar berbagi udara dengan orang lain, “kata Marr.

“Jadi, saya tidak akan masuk ke sana dengan orang-orang di luar tenda saya, tapi saya pikir jika Anda meminimalkan kontak dengan pelayan, itu tampak masuk akal,” tandasnya.

Leave a Reply

  • (not be published)