Erni Carissa tengah menikmati waktu bersepeda bersama dengan teman satu komunitasnya (Foto: Dokumen Pribadi)

YOGYAKARTA – Ada banyak hal yang menarik tentang gaya hidup manusia di perkotaan di Indonesia. Kesukaan bersepeda misalnya, untuk warga Jakarta yang memiliki aktivitas segudang dan waktu luang sedikit ternyata harus menggunakan waktu seefektif mungkin agar dapat menekuni hobi yang satu ini, misalnya dengan bersepeda ke kantor setiap hari. Hal seperti ini mulai ngetrend di kalangan anak muda dan orang tua di Jakarta.

Mereka yang memiliki hobi ini tak segan mengayuh padel sepedanya sejauh puluhan kilometer setiap hari. Tak hanya karyawan swasta, pegawai negeri sipil pun tak ingin ketinggalan. Gaya hidup ini jadi sangat mudah ditemukan di Ibukota. Nah bagaimana dengan kota lain?

Untuk mengetahui hal tersebut, redaksi The Editor berkunjung ke kota gudeg Yogyakarta, kota yang berhati nyaman dan sangat tenang. Tidak sama seperti Jakarta, iklim kerja di Yogyakarta sangat teratur. Masyarakat disini tidak menghabiskan waktu berjam-jam di jalan hanya karena macet. Jadi tidak ada kesan terburu-buru atau harus berangkat lebih awal ke kantor agar tidak terlambat.

Karena memiliki waktu dan gaya hidup demikian, banyak komunitas sepeda yang tumbuh di kota ini. Penikmat hobi ini juga berasal dari berbagai kalangan, saat berkumpul redaksi diberi kesempatan untuk mencoba koleksi sepeda yang mereka miliki.

Sepeda lipat merk Brompton (Fotografer: Ricky untuk The Editor)

Ricky, karyawan swasta yang memiliki beberapa jenis sepeda baik seperti sepeda lipat, sepeda gunung dan sepeda balap dengan merk Brompton dan Covid. Harga sepeda jenis ini ternyata sangat mahal karena untuk sepeda lipat merek Brompton harga termurah dibanderol Rp30.000.000. “Harga normal sepeda lipat merk Brompton 30 juta sampai 70 jutaan,” katanya saat dikonfirmasi.

Selain merek Brompton, ternyata Ricky juga mengoleksi sepeda lipat merk Covid yang ternyata lebih mahal dari merek Brompton. Harga paling murah untuk sepeda lipat jenis ini adalah Rp40.000.000. “Rata-rata harga normal sepeda lipat merk Covid adalah 40.000.000 hingga 125.000.000,” ungkap Ricky.

Ricky mengaku sudah dua tahun menggeluti hobbi ini. Awalnya Ia hanya memiliki satu sepeda biasa yang berharga puluhan juta. Sampai akhirnya sekarang Ia memiliki beberapa sepeda untuk dipakai secara bergantian.

Sepeda Tak Sekedar Hobi Pria, Wanita Pun Tak Mau ketinggalan

Indah Gustiarini (33) seorang karyawan swasta hobi naik sepeda karena ingin mengurangi kejenuhan akibat pandemi corona (Covid-19). Tak tanggung-tanggung, untuk yang satu ini, Ia membeli sepeda lipat Fnhon seharga Rp17.000.000.

“Kalau harga sepeda teman-teman sih mulai dari Rp17.000.000 sampai Rp45.000.000 (merk Brompton),” katanya. “Tapi main sepeda ini sudah jadi hobi sebenarnya supaya mengurangi kejenuhan dan tidak stres selama pandemi,” tambahnya.

Beda lagi dengan Erni Carissa (34), seorang karyawan swasta dan Ibu rumah tangga yang juga mengawali hobi bersepeda karena pandemi. Untuk menghilangkan stres, April 2020 kemarin Erni membeli sepeda lipat merek Dahon yang biasanya dibanderol seharga Rp5.000.000. “Rute saya naik sepeda biasanya di sekitar Magelang sampai Borobudur,” kata Erni.

Efek pandemi corona juga membawa Niken (28), seorang karyawan swasta menekuni hobi bersepeda. Bersama teman-teman kantor, Niken mulai mengenal berbagai macam jenis dan merek seperti sepeda lipat Tabibitho yang umumnya memiliki harga sekitar Rp3,2 juta, sepeda lipat Ecosmo dengan harga sekitar Rp8.000.000, sepeda Lipat Pacific dengan harga Rp2.700.000 dan sepeda lipat Police Texas seharga Rp2,500.000.

Setelah mengetahui berbagai macam merek dan harga sepeda seperti diatas, apakah anda juga siap memulai hobi baru bersepeda?

Leave a Reply

  • (not be published)