Polisi dengan helm virus corona menghentikan rombongan keluarga yang hendak melewati perbatasan di Chennai selama lockdown (Foto: The Week// AFP/ Getty Images)

DUNIA – Berbagai cara ditempuh oleh aparat kepolisian untuk mencegah penyebaran COVID-19 di dunia. India misalnya, polisi lakukan patroli dengan menggunakan helm virus corona sembari menunggang kuda untuk mengingatkan warga akan bahaya virus ini.

Sementara itu, di Eropa, polisi lakukan patroli di tengah-tengah gedung perumahan warga yang sepi sembari menyanyi. Terkadang mereka berteriak pelan karena tidak ingin menimbulkan kegaduhan di lingkungan tersebut. Namun, warga Eropa ternyata cukup responsif menerima aturan lockdown dengan bertepuk tangan setiap kali melihat beberapa petugas polisi memeriksa keamanan.

Berbeda dengan Amerika Serikat, disini aparat kepolisian akan menggunakan cara yang sedikit ekstrim. Polisi disini memaksa warga masuk ke rumah mereka dengan membunyikan sirine panjang dan kencang serta mengegas mobil mereka sampai ban mobil meninggalkan bekas di aspal.

Amerika juga memiliki aturan yang berbeda dalam hal pencegahan virus corona. Di penjara Cook County di Chicago pemerintah setempat mengambil kebijakan cepat mengurangi angka penyebaran virus corona dengan mengurangi jumlah populasi penjara.

Namun, masyarakat merasa resah dengan keputusan tersebut, pasalnya sebelum para narapidana ini bergabung ke masyarakat, angka kriminalitas akibat covid-19 sudah tinggi.

Selama pandemi, polisi di Amerika Serikat juga akhirnya diberi pendidikan untuk tidak sembarangan memasukkan penjahat ke dalam penjara selama pandemi corona. Jadi, selain mengontrol keamanan, polisi juga diajari protokoler kesehatan agar tidak kena covid-19.

Pasalnya, selama pandemi terjadi, 2.000 aparat kepolisian di New York diketahui terinfeksi COVID-19. Dan 20 persen dari 45.000 anggota polisi di kota ini harus istirahat karena mengalami gejala sakit dan lemas.

American Progress mengatakan bahwa saat ini polisi di Amerika menerapkan prokes kesehatan dengan mengutamakan kesehatan. Artinya, polisi diizinkan untuk menggunakan alat saat tengah bertugas. Polisi diminta untuk tidak melakukan kekerasan terhadap penjahat karena akan mengharuskan polisi untuk bersentuhan dengan mereka.

Departemen kepolisian diminta untuk memperhatikan kesehatan anak buahnya karena selama pandemi merebak hanya polisi yang bisa menjaga keamanan dari berbagai kemungkinan serangan kriminal. Namun, diatas segalanya, polisi diminta untuk mengajak masyarakat untuk patuh pada hukum dengan cara yang benar agar masyarakat juga berpartisipasi menjaga keamanan selama pandemi corona menyerang.

 

Leave a Reply

  • (not be published)