Kota Jerusalem yang berada tepat di bawah kompleks Masjid Al-Aqsa pada Rabu, 1 Juli 2020. Pemimpin Israel menggambarkan Yerusalem sebagai tempat tinggal yang melindungi perbedaan dan memberi hak yang sama bagi minoritas. Namun penduduk Palestina menganggap diri sebagai orang yang terpinggirkan dan merasa diri tidak memiliki kewarganegaraan. Mereka mengaku hidup dalam ketakutan dan dipaksa keluar dari kota yang terlihat seperti hambar diatas (Foto: AP / Mahmoud Illean/ THE EDITOR)

YERUSALEM – Yerusalem, kota yang sangat penting di dunia yang diperebutkan oleh banyak kaum dengan atas nama agama. Apakah Yerusalem kuno sama dengan Yerusalem sekarang? Untuk itu, The Editor berbincang-bincang dengan Pengajar Kitab Ibrani asal Indonesia Rita Wahyu Wulandari untuk mengetahui apa dan bagaimana sebenarnya Yerusalem.

Yerusalem, kata Rita mengawali, sudah berdiri paling tidak sejak milenium 3 SM. Yerusalem menjulang tinggi di punggung bukit pegunungan Yehuda yang lebih kurang 50 km jaraknya dari Laut Tengah dan lebih kurang 30 km dari sebelah barat ujung utara Laut Mati. Pertapakan kota itu tidak begitu datar dan agak tajam menurun ke arah tenggara dimana di sebelah timurnya terdapat bukit Zaitun.

Yerusalem disebut dalam Naskah-naskah Kutuk dari Mesir sekitar tahun 2000 SM dan dalam Surat-surat el-Amarna yang melaporkan bahwa Yerusalem saat itu diperintah oleh raja bernama Abd Khiba yang berada di bawah kekuasaan tertinggi Mesir.

“Barangkali pada waktu itu Yerusalem tidak lebih dari suatu benteng di pegunungan,” ungkap Rita.

Rujukan untuk teori ini terdapat dalam lima gulungan pertama yang ada dalam Alkitab yang disebut Pentateukh. Dimana gulungan pertama adalah Kitab Kejadian yang menyebutkan bahwa nama Yerusalem adalah Salem dan tempatnya adalah Gunung Moria yang dijadikan area untuk Bait Suci. Namun tidak ada bukti yang mendukungnya.

Sementara itu, dalam Kitab Mazmur, Salem (Yerusalem) saat itu tengah diperintah oleh Raja Melkisedek yang dalam sejarah disebut juga adalah seorang Imam yang berasal dari Allah Yang Maha Tinggi. Melkisedek adalah orang yang memberkati Abraham, seorang putra keturunan dari Orang Sem dan Orang Terah. Israel sendiri adalah bangsa yang lahir dari keturunan cucu Abraham.

Kata Rita, berdasarkan Targum & Bereshit Rabah yang menyebutkan bahwa Melkisedek bukan orang Israel, namun kuat diduga Ia adalah keturunan dari Orang Sem atau Bangsa Semitik. Jadi Ia tidak harus ikut kebiasaan Orang Israel yang menuliskan silsilahnya. Tetapi, Rita juga temukan bila silsilah Melkisedek ditemukan okeh seorang Penulis Arab yang diterbitkan oleh In Hottinger. Smegma Orientale, I. 1. c. 8. p. 269, 254, mengatakan bahwa ayah Melkisedek bernama Peleg dan ibunya bernama Elmasinus. Peleg ini masih ada dalam silsilah Abraham, putra Eber dan saudara Yoktan.

“Masih banyak lagi tulisan tentang keluarga Melkisedek, dalam Bahasa Inggris,” jelas Rita.

Sewaktu bangsa Israel memasuki Kanaan, mereka mendapati Yerusalem tengah berada di bawah kekuasaan bangsa Sem pribumi yang berumpun Yebus. Yebusi atau Orang Yebus adalah nama dari satu suku bangsa dari bangsa-bangsa Kanaan. Raja yang memerintah saat itu bernama Adoni Zedek langsung memerangi Yosua, pemimpin Bangsa Israel yang menggantikan Musa.

Pemandangan Kota Tua Yerusalem (Foto: Oded Balilty/ AP/ THE EDITOR)

Yosua berhasil mengalahkan mereka secara mutlak. Tapi Yosua saat itu tidak menduduki Yerusalem tentu karena kota itu kuat secara alami. Yerusalem tetap dalam kekuasaan Orang Yebus. Jadi saat itu Yehuda berhasil merebut wilayah bagian luar tembok Yerusalem.

Selang beberapa waktu, Daud terpilih jadi raja dan Hebron adalah ibukota pertama yang Ia tentukan. Saat itu Ia sadar akan pentingnya peranan Yerusalem dan ingin menaklukannya. Akhirnya tentara Raja Daud menyerbu benteng-benteng Orang Yebus dan berhasil menaklukkan Yerusalem. Dan dari sinilah muncul nama lain yang disebut Bukit Sion. Bukit ini adalah kubu pertahanan Daud.

Sesudah merebut Yerusalem, Raja Daud memperkuat kubu pertahanan kotanya dan membangun istana bagi dirinya. Ia menempatkan tabut perjanjian ke ibu kota yang baru itu. Raja Salomo melanjutkan pembangunan kubu pertahanan, tapi karyanya yang terbesar ialah pembangunan Bait Suci.

Sepeninggal Salomo yang disusuli dengan terbagi duanya kerajaan, kemegahan Yerusalem menurun sebab sekarang hanya menjadi ibu kota Yehuda saja. Baru memasuki tahun ke-5 pemerintahan Rehabeam, raja penerus Salomo, peralatan Bait Suci dan istana raja dijarah oleh tentara Mesir. Kemudian orang Filistin dan Arab menjarah lagi barang-barang istana pada pemerintahan Yoram. Pada pemerintahan Amazia timbul pertentangan dengan Yoas, raja kerajaan Utara, yang mengakibatkan sebagian tembok kota diruntuhkan, barang-barang di Bait Suci dan istana kembali dirampok.

Raja Uzia membangun kembali benteng pertahanan yang diruntuhkan itu, sehingga kemudian raja Ahas mampu mematahkan serangan terpadu tentara Siria dan Israel. Segera sesudah peristiwa ini kerajaan Utara jatuh ke dalam kekuasaan Asyur. Hizkia, Raja Yehuda, mempunyai alasan takut kepada Asyur, tapi saat Yerusalem diserang Asyur saat itu, terjadi peristiwa yang tidak pernah terjadi dalam sejarah. Seluruh pasukan Asyur tewas saat tengah tidur di tenda-tenda yang mengelilingi tembok Yerusalem. Sementara Hizkia, meski dalam kondisi terkepung oleh pasukan Asyur tetap bisa membangun saluran untuk memenuhi persediaan air.

Sementara itu, Yerusalem kembali mendapat serangan yang kali ini datang dari Raja Babel, Nebukadnezar pada tahun 587 SM yang mengakibatkan Bait Suci dan Yerusalem hancur.

Pada akhir abad itu orang Yahudi yang telah berada di bawah pemerintahan Persia diizinkan pulang ke negeridan kota mereka serta juga diberi izin untuk membangun Bait Suci, tapi tembok-tembok Yerusalem tetap dalam keadaan hancur, sampai dibangun kembali oleh Nehemia pada pertengahan abad 5 SM. Pada akhir abad 4 SM Iskandar Agung menyingkirkan Persia sebagai penguasa.

Sesudah Iskandar Agung meninggal, penerusnya jenderal Ptolemeus, pendiri bangsa Ptolemeus di Mesir memasuki Yerusalem dan menjadikannya wilayah kerajaannya. Pada tahun 198 SM Palestina jatuh ke dalam kekuasaan Antiokhus III raja Siria keturunan Seleukus. 30 tahun kemudian Antiokhud IV memasuki Yerusalem, memusnahkan tembok-temboknya seraya menjarah dan menajiskan Bait Suci. Ia menempatkan tentara Siria di atas bukit Akra untuk menguasai Yerusalem.

Yudas Makabe yang terpilih memimpin orang Yahudi memberontak, dan tahun 165 SM Bait Suci ditahbiskan kembali. Akhirnya Ia dan para penerusnya berhasil merebut kemerdekaan bagi Yudea. Golongan Hasmonean memerintah Yerusalem yang merdeka sampai pertengahan abad ke-1 SM tatkala kerajaan Roma campur tangan.

Jenderal jenderal Romawi merebut Yerusalem dengan kekerasan pada tahun 63 dan 54. Kemudian tentara Partia menjarah Yerusalem pada tahun 40 dan 3 tahun kemudian Herodes Agung harus berperang untuk memasuki dan menguasai kota itu. Mula-mula Herodes memperbaiki kerusakan-kerusakan akibat serbuan-serbuan tersebut. Lalu memulai pembangunan besar-besaran dan mendirikan beberapa menara strategis.

Pekerjaannya yang paling termasyhur ialah pembangunan Bait Suci ya g baru, yang jauh lebih besar dan agung kendati bangunan itu tidak selesai pada masa hidupnya. Salah satu menara strategis itu ialah benteng Antonia, dimana dari sana. daerah di sekitar Bait Suci dapat diawasi.

Pemberontakan orang Yahudi menentang orang Roma pada tahun 66 M berakhir sia-sia. Pada tahun 70 M Titus, panglima Romawi, secara sistematis memasuki Yerusalem dengan kekerasan, menghancurkan benteng-benteng pertahanan dan Bait Suci. Tapi Ia membiarkan tiga menara tegak berdiri, satu di antaranya ialah menara Fasael, dan masih ada sampai sekarang digabung menjadi satu dengan nama Menara Daud.

Tapi kemusnahan berikutnya datang lagi. pemberontakan yang terjadi di tahun 132 M membuat pembangunan Yerusalem jadi lebih kecil dan Yerusalem akhirnya diubah menjadi tempat pemujaan Dewa Yupiter Kapitolinus. Saat itu orang Yahudi tidak diizinkan masuk. Dan masa ini berlangsung selama pemerintahn Kaisar Hadrianus di Yerusalem.

Nama Yerusalem juga siubah menjadi Aelia Kapitolina. Dan nama ini yang jadi cikal bakal munculnya nama Iliya atas Yerusalem karena nama Aelia Kapitolina dijadikan ke dalam bahasa Arab. Baru kemudian orang Yahudi bisa kembali masuk ke Yerusalem di awal abad ke-4 pada masa pemerintahan Kaisar Konstantin. Sejak pemerintahannya Yerusalem berubah dari kota kafir menjadi kota Kristen. Banyak gereja dan biara dibangun, dan yang paling utama ialah Gereja Kiburan Suci (Gereja Holly Sepulchre).

Sesudah abad ke-2 Yerusalem mengalami banyak peristiwa. Penakluknya berganti-ganti, diantaranya ditaklukkan oleh orang Persia, orang Arab, orang Turki, orang Eropa (Perang Salib), orang Inggris dan orang Israel. Perkembangan paling penting dalam wilayah Kota Lama (tanpa menyebut kota satelit modern) sebagian merupakan karya orang Islam pertama, sebagian lagi merupakan karya orang Turki dan khususnya Sultan Suleiman Agung yang pada tahun 1542 membangun kembali tembok-tembok kota seperti yang masih terlihat masa kini.

Orang Israel menamai kota itu dengan nama aslinya yakni Yerusyalayim yang dalam bahasa Arab dipakai al-Quds (al-Sharif) yang artinya Tempat Kudus (yang agung).

Leave a Reply

  • (not be published)