Yesus meminta Rasul Petrus menebarkan jalanya kembali ke laut (Foto: JW.ORG)

DUNIA – Petrus baru saja bekerja keras semalaman tanpa hasil. Berulang kali, para nelayan menebarkan dan menarik jala mereka ke laut Galilea, namun sia-sia. Seperti banyak nelayan lainnya, Ia kadang-kadang berharap pandangannya bisa menembus air yang keruh itu untuk menemukan kumpulan ikan atau menyuruh mereka masuk ke jalanya.

Untuk diketahui, rasul Petrus berasal dari sebuah kota di Laut Galilea bernama Betsaida yang artinya Rumah Nelayan. Menurut seorang penulis, nama Yunani kota itu bisa diterjemahkan menjadi ”Desa Pemrosesan Ikan”, yang terkenal akan pabrik-pabrik besar ikan, tempat ikan tangkapan dikeringkan dan diasinkan​. Jadi, Ia adalah seorang nelayan yang ahli menangkap ikan.

Petrus menangkap ikan bukan karena hobi. Ia harus menafkahi banyak orang. Karena tak menemukan apa pun, Ia akhirnya kembali ke pantai dengan tangan kosong. Tetapi, jala harus tetap dibersihkan. Jadi, Ia melanjutkan pekerjaannya dan saat itu juga Yesus datang menghampirinya.

Serombongan orang berdesak-desakan mengelilingi Yesus, dengan penuh minat mendengarkan kata-katanya. Karena dikerumuni orang banyak, Yesus kemudian naik ke perahu Petrus dan meminta dia menolakkan perahunya sedikit jauh dari darat. Dengan suara yang terdengar jelas karena dipantulkan air, Yesus mengajar orang banyak orang dari atas kapal yang melaju pelan diatas laut.

Petrus mendengarkan dengan penuh perhatian, demikian juga orang-orang di pantai itu. Setelah selesai berbicara, Yesus meminta Petrus agar memajukan kapalnya ke lautan dalam. Yesus mengajak Petrus menangkap ikan kembali meski Ia baru saja kembali dari tengah laut.

Dengan ragu, Petrus melakukan apa yang diminta oleh Yesus. Padahal dalam hati Ia sudah menyerah. Jala akhirnya diturunkan dan sebuah perahu lain mengikuti kapal yang Petrus kemudikan.

Beberapa saat kemudian, Petrus mulai menarik jala dan ternyata tanpa pernah Ia duga ikan-ikan memenuhi jala yang sebelumnya kosong. Dengan sigap Ia memanggil perahu lain yang mengikutinya untuk membantu menangkap ikan-ikan tersebut. Dua perahu tersebut tidak mampu lagi untuk menampung ikan yang tak kunjung habis dari jala, bahkan hampir tenggelam karena penuh.

Petrus diliputi perasaan takjub. Ia pernah melihat kuasa Kristus beraksi, namun mukjizat ini sepertinya ditujukan untuk dirinya. Petrus mulai merasa takut. Ia berlutut dan mengatakan,”Pergilah dariku, karena aku manusia yang berdosa, Tuan”.

Hal ini Petrus katakan karena Ia merasa tidak pantas berada bersama pribadi yang sanggup menggunakan kuasa Allah seperti itu.

Namun, Yesus ternyata dengan ramah meminta agar Petrus tidak takut lagi. Dan dengan tangan terbuka Ia mengundang Petrus sebagai salah satu muridnya. Begitulah awal Petrus bergabung menjadi salah satu dari 12 rasul Yesus.

Leave a Reply

  • (not be published)