Hotel Grand Taipei terlihat dari jalan raya (Foto: Elitha Evinora Tarigan)

TAIPEI – Dua buah tiang dengan warna yang senada dengan hotel meyambut setiap tamu yang hendak menginap di Grand Hotel Taipei. Pepohonan rimbun menutupi seluruh area hotel yang berada di 1, Chung Shan N.Rd., Sec.4, Daerah Zhongshan, Taipei, Taiwan.

Kemegahan hotel dengan 14 lantai ini langsung terlihat dari pintu masuk. Warna merah menyala khas budaya Tionghoa sangat menyilaukan mata. Hotel ini benar-benar eksotis karena berani memakai desain arsitek bangunan sebuah istana pada jaman dahulu.

Warna merah yang sama juga menyambut tamu saat tiba di hotel ini. Sebuah tangga dengan lukisan timbul bergambarkan suasana dalam istana dipasang di dinding. Tidak ada sudut yang tidak memakai warna merah. Decak kagum bagi setiap pengunjung yang baru pertama kali menginap di hotel ini terdengar saat berada di lobi.

Karpet merah menutupi setiap sudut lantai lobi dengan puluhan tiang raksasa berwarna senada. Ukuran lobi yang begitu besar di desain untuk bisa menikmati keindahan lantai dua hotel ini. Pengunjung bisa terlihat lalu lalang di lantai dua yang dihiasi dengan pembatas berwarna emas khas istana jaman dahulu. Sangat menakjubkan.

Untuk diketahui, pembangunan hotel ini sangat lama, yakni dari bulan Mei 1952 hingga 10 Oktober 1973. Hotel ini menjadi salah satu bangunan tertinggi yang menggunakan desain China tempo dulu. Bahkan, sebelum Gedung Taipei 101 dibangun, Grand Hotel Taipei pernah menjadi gedung tertinggi di Taipei. Jadi tak heran, pembangunannya sangat lama.

Desain interior kamar ini juga sangat unik. Meski tetap mengusung budaya China kuno namun paduan teknologi modern membuat tamu tetap merasa nyaman saat menginap disini. Meja berwarna cokelat dan lebar yang dilengkapi dengan alat tulis disediakan oleh pihak hotel untuk tamu. Saat duduk rasanya seperti menjadi seorang Dr Sun Yat-sen yang tengah menuliskan surat penting untuk negara.

Tak hanya itu, teras tiap kamar juga sangat luar biasa dan jarang dimiliki oleh hotel-hotel lain di dunia. Mengapa? Karena selain ukurannya yang hampir setengah dari ruangan kamar, teras hotel ini di desain dengan tiang-tiang merah khas istana China yang lengkap dengan gambar naga. Sangat memukau.

Pemandangan dari teras juga sama, kita bisa melihat keindahan jalan tol berkelok milik Taiwan dengan bebas. Jadi, hotel ini memang sangat berkesan.

Beberapa tokoh dunia pernah jadikan hotel ini sebagai tempat mereka menginap, diantaranya Presiden Amerika Richard Nixon, Dwight D. Eisenhower, Ronald Reagan dan Bill Clinton. Selain itu, tokoh lain yang sempat menginap disini adalah Nelson Mandela, Raja Jordan Hussein, Raja dan Ratu Thailand dan Margaret Thatcher.

Politisi Filipina Benigno Aquino sendiri sempat menginap di Hotel Grand Taipei sebelum berangkat kembali ke negaranya. Peristiwa penembakan tersebut terjadi pada tanggal 21 Agustus 1983 saat Beniqno berada di tangga pesawat. Ia yang hendak turun dari pesawat tersebut baru mendarat dengan Pesawat China Airlines yang berangkat jam 11.00 dari Bandara Taipei.

Leave a Reply

  • (not be published)