Geriten keluarga Tarigan Gerneng yang berada di Desa Cingkes, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Foto: Elitha Evinora Tarigan)

TANAH KARO – Samaria Ginting dalam bukunya yang berjudul Ragam Hias Rumah Adat Batak Karo dituliskan pengertian Geriten adalah sebuah bangunan kayu yang bentuknya hampir sama seperti jambur. Namun ukuran Geriten jauh lebih kecil dari jambur. Biasanya berkisar antara 2,5 meter x 2,5 meter.

Geriten diisi oleh tulang belulang nenek moyang. Di Desa Cingkes sendiri terdapat beberapa bangunan Geriten. Tim redaksi berkesempatan untuk menengok Geriten milik keluarga Tarigan Tambak dan Tarigan Gerneng. Letak keduanya yang berdekatan membuat tim liputan The Editor mudah untuk menelitinya.

Geriten milik keluarga Tarigan Gerneng bentuknya lebih sederhana. Terdapat satu bangunan kecil dengan 1 tiang yang menyangga dan dipagar besi.

Sementara itu Geriten milik keluarga Tarigan Tambak tampak berbeda. Bangunannya pun sama seperti Geriten pada umumnya, yakni bangunan dua lantai dengan bagian atasnya diberi lapisan dinding dan bagian bawahnya tanpa lapisan dinding.

Geriten milik keluarga Tarigan Tambak juga dipagari oleh besi. Karena sudah beruur ratusan tahun geriten-geriten ini harus dilindungi.

Biasanya, bagian bawah geriten dipakai oleh masyarakat untuk duduk santai menikmati sore hari. Karena beberaa Geriten menyediakan tempat duduk yang dipakai oleh pemuda dan pemudi untuk bercengkrama.

Namun tidak demikian di Desa Cingkes, bangunan geriten disini dijaga dengan ketat karena khawatir rusak oleh tangan-tangan jahil.

Leave a Reply

  • (not be published)