Daratan yang terlihat ini adalah lautan yang mengering karena air laut yang surut saat bulan purnama (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

SELAYAR – Salah satu kegiatan yang paling menyenangkan saat berlibur di pantai adalah menangkap ikan saat bulan purnama. Kemunculan bulan purnama adalah momen dimana air laut akan surut hingga beberapa kilometer dari bibir pantai. Momen ini biasa dipakai oleh penduduk untuk menangkap ikan dan kerang dengan tangan mereka sendiri.

Untuk menikmati liburan model begini, The Editor mengajak pembaca untuk berkunjung ke Pulau Selayar yang terletak di Sulawesi Selatan. Perjalanan dari Pelabuhan Bira, Bulukumba selama dua jam menuju Pulau Selayar tidak terasa karena momen semacam ini cukup jarang terjadi.

Akhir Juni 2021 kemarin adalah saat bulan purnama muncul di wilayah Timur Indonesia. Sinarnya yang terang terlihat jelas di langit. Sebelum matahari tenggelam, tepatnya pukul 16.00 waktu setempat, air laut perlahan mulai surut. Bagi turis yang baru pertama datang mungkin heran karena berbagai macam benda-benda yang biasa terlihat di dalam air mulai terlihat, tak terkecuali sampah.

Bebatuan, rumput, ikan kecil, bintang laut, keong, cumi-cumi, gurita, landak laut, bintang laut serta berbagai macam hewan-hewan laut mulai terlihat di permukaan. Di bagian yang menyisakan lumpur biasanya akan mudah ditemukan berbagai macam hewan dan benda yang tidak ikut arus air.

Berbagai jenis kerang yang bisa ditemukan saat air surut (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

Kawasan pantai di Pulau Selayar tidak dalam. Meski air sudah surut hingga 500 meter ke tengah laut, kawasan daratan justru makin terlihat. Disanalah letak dimana keong-keong dengan ukuran jumbo dan berbagai macam ikan dapat Anda temui.

Sebagai pendatang, Anda tidak perlu khawatir berbaur dengan penduduk asli yang tengah mencari ikan saat air tengah surut. Penduduk Pulau Selayar sangat ramah.

Mereka dengan semangat akan menunjukkan hasil tangkapan mereka saat air surut kepada siapapun yang bertanya, termasuk orang asing.

Perjalanan mencari ikan berlangsung hingga malam hari. Nelayan biasanya melengkapi diri dengan lampu yang diletakkan diatas kepala.

Tujuannya adalah untuk memancing ikan yang sangat suka melihat cahaya. Ikan-ikan ini akan berkumpul di sumber cahaya, jadi sangat mudah untuk ditangkap.

Saat bulan purnama adalah saat bagi anak-anak di pulau ini untuk bermain karena mencari ikan di pantai adalah hobi para anak-anak nelayan.

Meski sebenarnya mereka membantu perekonomian keluarga tapi kebahagiaan bermain di air membuat beratnya ember berisi ikan yang harus dibawa dari tengah laut tidak terasa.

Kondisi pantai akan terus mengering seiring dengan tenggelamnya matahari. Kaki akan terus melangkah mencari ikan ke setiap area yang masih bisa digapai dengan berjalan kaki. Kadang-kadang jauhnya mencapai 1-2 kilometer ke tengah laut.

Sebenarnya bagi nelayan bulan purnama adalah masa dimana mereka harus berhenti melaut karena ikan-ikan mustahil muncul di permukaan. Cahaya bulan yang terang kalah dengan lampu-lampu milik para nelayan. Jadi satu-satunya cara untuk mencari penghidupan adalah dengan berjalan kaki mencari ikan di sepanjang pantai yang surut.

Menolong Bintang Laut Agar Tidak mati

Ikan yang diperoleh dari pantai yang airnya surut (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

Jadi, bila Anda ke Selayar di saat air tengah surut maka luangkan waktu untuk ikut bersama nelayan mencari berbagai hewan-hewan laut. Anda juga bisa menolong hewan-hewan yang kering karena air surut, bintang laut misalnya.

Bintang laut adalah hewan yang paling banyak ditemukan saat berada di perairan ini. Hewan ini tidak bisa dimakan, namun tidak ada salahnya menyelamatkan mereka saat ditemukan dalam kondisi kering. Selamat berwisata di Pulau Selayar.

Leave a Reply

  • (not be published)