Rubah Fennec yang ditemukan oleh para penambang yang tengah bekerja di Gurun Sahara, Arab Saudi (Foto: Austin untuk The Editor)

ARAB SAUDI – Tahukah kamu bahwa telinga rubah fennec yang panjang ini tidak hanya membantunya untuk mencari mangsa di bawah tanah, tapi juga untuk menghilangkan panas berlebih di gurun.

Sementara itu, bulu tebal yang ada di tubuhnya adalah untuk melindungi dari dinginnya udara mala Gunung Sahara.

Bulu-bulu ini akan memantulkan cahaya matahari di siang hari. Bulu di bagian kaki fungsinya untuk melindungi kaki mereka dari teriknya tanah dan pasir gurun.

Hewan ini paling sering ditangkap untuk dijual sebagai hewan peliharan dan untuk diambil bulunya. Mereka umumnya ditemukan oleh manusia tengah terjepit atau berada di kolong rumah penduduk.

Ukurannya yang kecil membuat manusia kerap menangkapnya untuk dijual kepada orang-orang yang ingin menjadikannya sebagai hewan peliharaan.

Namun, penting untuk diingat bahwa betapapun lucunya mereka, rubah fennec pada akhirnya tetap merupakan hewan liar.

Di padang gurun sendiri, hewan-hewan seperti burung pemangsa dan hyena adalah predator utama rubah ini. Hewan ini tergolong nokturnal alias aktif di malam hari. Di siang hari, mereka cenderung berdiam di bawah pasir menghindari teriknya sinar matahari. Umumnya, rumah fennec tinggal dalam kelompok kecil.

Secara resmi, rubah fennec saat ini terdaftar sebagai hewan yang dilindungi. Tidak diketahui berapa jumlah pasti hewan ini di alam liar karena lingkungan tempat tinggalnya yang keras, sifatnya yang sukar dipahami, dan perilaku nokturnal mereka.

Leave a Reply

  • (not be published)