ROMA – Musim panas adalah momen yang tepat untuk menikmati keindahan kota Roma. Gedung-gedung modern yang diselingi dengan bangunan peninggalan bangsa Romawi laksana magnet yang menarik minat wisatawan.

Sinar matahari yang masih nampak hingga jam 8 malam menarik minat saya untuk menikmati senja di sisi kiri rumah kami sambil memandang Obelisk Lateran, salah satu pilar batu kuno yang terkenal di dunia.

Obelisk Lateran adalah salah satu pilar batu kuno yang terkenal di dunia (Foto: Martin Selitubun/ THE EDITOR)

Obelisk sendiri adalah pilar batu yang disusun berjajar di bagian depan kuil kuno di Mesir. Selain untuk mengenangkan kejadian penting yang terekam dalam tulisan hieroglyph atau tulisan Mesir kuno, tiang batu ini juga jadi tanda pemujaan kepada dewa dan dewi Mesir.

Salah satu yang terkenal adalah Obelisk Lateran, tiang batu ini dikenal juga sebagai obelisk kuno tertinggi di dunia, berada tepat di belakang Basilica San Giovanni Laterano di Kota Roma, Italia. Tiang batu ini digarap pada abad ke-15 sebelum Masehi, oleh Firaun Tuthmosis III & IV untuk Kuil Amon di Karnak, Mesir.

Lebih dari 1700 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 357 M, Kaisar Konstantinus II, Putera dari Konstantinus Agung, membuat kapal khusus yang mengangkut monumen penting ini ke Roma.

Tujuannya adalah untuk menghias lokasi penting bernama Circus Maximus, atau Circo Massimo, sebuah stadion balapan kereta kuda terbesar di kekaisaran Romawi pada zamannya.

Pada tahun 1587, atas perintah Paus Sixtus V, obelisk setinggi 36 meter dengan bobot 230 ton ini, digali dari puing-puing dan ditempatkan dan ditempatkan di lokasinya yang sekarang, sebagai penanda bagi para peziarah. Obelisk ini masih berdiri kokoh 3500 tahun setelah dibuat.

Selain obelisk Lateran, terdapat juga obelisk yang dibawah langsung dari Axum, Etiophia. Tiang batu setinggi 24 meter ini dibawa oleh tentara Italia selama pendudukan Italia di Ethiopia pada tahun 1937.

Obelisk ini disambar petir pada Mei 2002. Setelah dipulihkan, tiang ini dipotong jadi tiga bagian dan dikembalikan ke Ethiopia pada April 2005.

Singkatnya, Roma memiliki 13 obelisk penting hasil warisan dari Kekaisaran Romawi. Tentu saja, yang paling sering difoto adalah obelisk di piazza atau alun-alun Santo Petrus, tepatnya di “La Citta del Vaticano”, nama resmi dari Negara Vatikan. Menurut kisah, pada saat obelisk ini hendak ditegakkan pada tahun 1500-an, pekerja yang menariknya dengan kuda dan tali mengalami kesulitan.

Seorang pelaut yang mendapatkan hukuman mati akhirnya berteriak “taruh air di tali” untuk mengencangkan tali dan solusi itu menyelamatkan seluruh pekerjaan mereka. Dia pun diselamatkan dari hukuman mati dan keluarganya masih menyimpan penghargaan dari Vatikan.

Selain menjadi prasasti penting, obelisk juga membawa keberuntungan bagi sang tahanan tadi. Bahkan, masih menjadi penunjuk jalan bagi jutawan wisatawan yang kesasar di kota Roma.

Leave a Reply

  • (not be published)