Wahana water boom yang tidak lagi terpakai (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

PANGKEP – Cambang-Cambang, pulau kecil yang terletak di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan yang tengah menanti untuk diperbaiki tampilan fisiknya. Mengapa demikian? Karena pulau eksotis yang jaraknya hanya 15 menit dari dermaga Maccini Baji Labakkang, Kabupaten Pangkep.

Pulau ini sehingga disebut sebagai istilah Maldives ala Indonesia. Agar tahu lebih jauh tentang pulau ini, tim jalan-jalan The Editor akan mengajak pembaca untuk datang langsung ke lokasi. Untuk bisa menikmati tempat ini secara leluasa maka baiknya menyewa perahu milik warga yang dihargai Rp200.000. Dengan harga tersebut Anda akan ditunggu oleh pemilik perahu di dermaga sebanyak waktu yang dibutuhkan saat menikmati pulau.

Air laut yang berwarna biru muda disepanjang bibir pantai akan menggoda siapa saja yang ingin berlibur di tempat ini. Kami tiba di Pulau Cambang-Cambang di masa pandemi corona, jadi tidak bisa menginap di cottage yang biasa disewakan dengan harga Rp250.000 saja.

“Selama corona pulau ini dikosongkan dan tidak bisa dijadikan sebagai tempat menginap,” ujar Udin, pria yang ditugaskan oleh pemerintah Kabupaten Pangkep untuk menjaga pulau kecil ini beberapa waktu lalu.

Cottage yang tidak terurus dan tidak memiliki fasilitas toilet (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

Pulau ini terlihat kurang terurus namun bersih. Water boom yang dipasang dekat dermaga terlihat seperti barang usang karena sudah lama tidak dipakai. Air yang tengah surut menunjukkan sebuah bangunan rusak mirip kolam yang menjadi area luncur yang langsung mengarah ke laut.

Perlu diketahui, pulau cambang-cambang ini dibangun dan dikelola oleh pemerintah daerah Pangkep. Sayangnya bangunan maupun wahana pendukung pariwisata di tempat ini tidak terawat sama sekali.

“Anak-anak bisa terluka kalau naik water boom itu karena bangunan yang seharusnya jadi kolam di laut rusak karena terbawa arus,” ungkap Udin.

Pantai Cambang-Cambang (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

Tak hanya water boom, cottage yang dulu pernah jadikan pulau cambang-cambang sebagai Maldivesnya Indonesia juga tak kalah memprihatinkan. Rumah berwarna merah yang dibangun tepat diatas laut ini tidak dirawat sama sekali. Dari 15 cottage yang tersedia, hanya beberapa yang bisa dipakai.

Bangunan kayu yang menghubungkan satu cottage dengan cottage lainnya juga tak kalah memprihatinkan. Toilet bangunan juga lepas terbawa arus, jadi bila menginap di tempat ini maka Anda akan langsung membuang hajat langsung ke laut, tempat Anda akan menikmati waktu menikmati berbagai macam wisata bahari.

Bangunan-bangunan cottage juga nyaris roboh ke laut. Sangat memprihatinkan. Pemerintah Kabupaten Pangkep semestinya tidak mengabaikan perawatan cottage di pulau ini. Pasalnya pulau ini menyuguhkan pesona air laut yang begitu jernih dan bersih, dipadukan dengan pasir putih di pesisir pantai.

Tidak hanya keindahan daratan saja, pulau ini juga memiliki pesona terumbu karang yang tidak kalah indahnya dengan tempat lain. Pulau ini juga menjadi tempat untuk menikmati panorama matahari terbit dan tenggelam di Kabupaten Pangkep.

Leave a Reply

  • (not be published)