JAKARTA – Kebijakan The New Normal (kenormalan baru) yang diambil pemerintah harus diatur secara rinci agar kesehatan masyarakat tidak tidak dikorbankan demi mempertahankan roda ekonomi Indonesia.

Ketua DPR RI Puan Maharani (Foto: Dokumen Pribadi)

Ketua DPR Puan Maharani mengatakan skenario yang mendetail dan rinci di segala sektor sangat diperlukan agar masyarakat tidak perlu memilih antara kesehatan atau ekonomi.

“Ini penting karena New Normal yang diperlukan Indonesia bukan yang memilih antara ekonomi dan kesehatan, tapi bagaimana keduanya bisa berjalan bersamaan,” ujar Puan kepada The Editor, Rabu (10/9).

Menurut Puan, salah satu yang harus diperhatikan adalah kegiatan sosial dan ekonomi di pasar-pasar tradisional. Ia mengaku sudah menerima laporan bahwa beberapa pedagang di pasar tradisional terinfeksi Virus Covid-19. Bila tidak ada penanganan yang tepat maka pasar tradisional bisa menjadi sumber penularan.

Puan mengingatkan bahwa denyut nadi ekonomi dan tempat utama terjadi interaksi sosial masyarakat daerah ada di pasar. Maka dari itu, Ia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap peraturan The New Normal yang tengah dan akan diberlakukan.

“Penetapan dan penerapan protokol New Normal di pasar tradisional sangat dibutuhkan karena pasar tradisional adalah penggerak sektor ril ekonomi rakyat,” ujarnya.

Ia juga meminta agar sosialisasi protokol The New Normal dilakukan sejelas mungkin supaya dapat dipahami semua kalangan. Selain menjalankan protokol yang rinci, menurutnya mekanisme monitoring dan evaluasi yang ketat juga sangat dibutuhkan. Terlebih tanggal 9 Juni 2020 kemarin Puan mengaku mendapat laporan data dari Gugus Tugas Covid-19 yang menyebutkan bahwa terjadi penambahan 1.034 kasus positif corona. Angka-angka semacam itu harus dimonitor dengan ketat dan harus jadi dasar pengambilan keputusan.

“Kita mengapresiasi bahwa target awal pengujian 10.000 spesimen dari tes Covid-19 sudah tercapai dan Presiden sudah menyampaikan ingin menaikkan target menjadi 20.000 per hari,” ungkap Puan.

Puan menegaskan bahwa pihaknya ingin agar kebijakan new normal bisa menggerakan ekonomi masyarakat namun tanpa mengabaikan risiko kesehatan. Terobosan dari instansi terkait dalam hal pelacakan penyebaran Covid-19 yang sudah didorong untuk memanfaatkan sistem teknologi telekomunikasi juga sangat dinanti oleh pemerintah.

Jadi protokol New Normal yang rinci disertai dengan pengujian spesimen tes yang terus diperbanyak serta pelacakan penyebaran yang luas dan cepat. “Semuanya perlu dilaksanakan bersamaan agar kesehatan rakyat terjaga sekaligus roda ekonomi kembali berputar” tukasnya.

Leave a Reply

  • (not be published)