Pintu masuk di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau

KALIMANTAN BARAT – Belum ada portal otomatis khusus imigrasi di jalur kedatangan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, perbatasan Indonesia – Malaysia, Kecamatan Badau, wilayah Kapuas Hulu.

Demikian dikatakan oleh Kepala Imigrasi Kelas III Putussibau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Ali Hanafi sebagaimana dirilis oleh Katalistiwa Selasa (18/8).

“Sesuai Standar operasional pelayanan (SOP) harus ada portal otomatis pada jalur kedatangan di PLBN, yang ada saat ini hanya portal untuk Bea cukai,” kata Ali Hanafi saat ditemui di Putussibau, Ibukota Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Kata Hanafi, portal otomatis itu sudah beberapa tahun diusulkan, sehingga harapan ke depan hal tersebut menjadi perhatian pemerintah. Pengajuan agar keberadaan portal tersebut ada menurutnya sangat penting karena pelayanan dan pengawasan di PLBN Badau sangat membutuhkan portal otomatis.

“Untuk saat ini kami hanya menggunakan portal manual dan itu tidak maksimal, karena memang bukan standar SOP,” jelas Hanafi.

Saat ini, lanjutnya, memang tidak ada pelayanan untuk pelintas umum, PLBN Badau dan pihak PLBN Lubok Antu Malaysia hanya melayani pelintas khusus diantaranya warga Indonesia dari Malaysia yang ingin kembali ke Indonesia. Begitu juga untuk pelayanan terhadap warga Malaysia yang di Indonesia apabila ingin kembali ke Malaysia.

Di masa pandmei corona seperti ini, Hanafi sangat berharap agar pembatas antrian di dalam ruangan menjadi perhatian pemerintah.

“Pelayanan kita tetap mengedepankan protokol kesehatan, karena bagaimana pun juga keselamatan petugas kami dan pelintas juga di utamakan,” pungkasnya.

Leave a Reply

  • (not be published)