Justan Riduan Siahaan saat ditemui di AAS Building, Makassar pada Sabtu 10 Juli 2021 (Foto: SMD/ THE EDITOR)

MAKASSAR – Menjadi Aparatur Sipil Negara hingga memegang jabatan strategis rupanya belum membuatnya puas. Memiliki segudang pengalaman di dunia birokrasi pemerintahan adalah modal untuk terjun ke dunia bisnis.

Mantan Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) ini memilih pensiun di usianya 60 tahun setelah 32 tahun mengabdi di BPKP dan 5 tahun di Kementan sebagai Inspektorat. Justan memilih jalan dunia bisnis, walau petinggi Kementan gigih menahannya.

“Sebenarnya banyak yang menawarkan kepada saya untuk berbisnis di sektor lain. Tapi lebih memilih bersama Pak Amran untuk mengelola Tiran Group”, kata Justan saat berbincang dengan The Editor beberapa waktu lalu.

Bagi Justan ternyata dunia bisnis lebih menantang walaupun tidak sedikit kendalanya. Bedanya, saat di Kementan Ia memiliki banyak staf dan pejabat yang bisa melaksanakan tugas sesuai arahan, dan sering waktupun tak terlalu masalah, sementara di dunia bisnis sumber daya manusia (SDM) yang digunakan terbatas.

Di bisnis, lanjutnya, kunci utamanya adalah kecermatan dan kecepatan. Agak utopis memang, namun mengajak rekan bisnis to the point, clear and clean sangat mempercepat pengambilan keputusan. Sudah jamak pengalaman 12 bulan di bisnis ternyata jadi ahli dalam mengambil keputusan yang cepat dan efisiensi yang jauh melebihi target.

Ia menambahkan bahwa kecepatannya membuat keputusan disokong oleh karyawan yang tak dibatasi oleh struktur, waktu dan tempat. Di lingkup kerjanya yang sekarang terdapat karyawan yang hanya bekerja di kantor saja, di lapangan saja, bahkan pihak pendukung seperti lawyer atau konsultan siap saat informasi atau dokumen pengambilan keputusan dibutuhkan.

“Logis, bagi saya bekerja bukan hanya di kantor. Lanjut di rumah atau di warung adalah biasa. Berhenti dan bekerja di bawah pohon juga biasa,” ungkapnya.

Jadi, masih kata Justan, ternyata sebelum ada istilah work from home di masa pandemi, Ia telah lakukan cara ini sebelumnya. Terkadang baginya 24 jam terasa kurang, terutama saat pemilik Tiran Group tempat Ia bekerja adalah Andi Amran Sulaiman. Baginya, Amran adalah sosok pekerja keras, ulet dan memiliki visi nasional yang clear dan misi yang fokus, sebagai pemimpin perusahaan Ia pun harus siap dengan amanah tersebut.

“Setia terhadap amanah memang melekat ke nama Justan,” imbuhnya.

Seperti sekarang ini, Justan mengatakan bila Tiran Group sedang berkonsentrasi untuk membangun smelter nikel. Nilai investasinya yang mencapai triliunan menjadi harapannya agar gema pembangunan proyek ini menggelorakan semangat kebangkitan anak bangsa di sana.

“Kami sangat yakin, ungkapnya pun bersemangat, kontribusi Tiran Group kepada pembangunan negeri ini ke depannya akan besar dan semakin besar,” tandas Justan.

Saat ini, walau Justan menempati posisi Direktur Keuangan di Tiran Group, ia akan memimpin pembangunan proyek smelter nikel di Konawe Utara.

Leave a Reply

  • (not be published)