Yasinta Sistya

JAKARTA – Penulis buku Merdeka, Yasinta Sistya mengatakan bahwa untuk membentuk pikiran harmonis diperlukan empat hal, yakni batin yang yang tenang dan stabil, cintakasih, kesadaran dan kebijaksanaan.

“Setiap manusia mempunyai potensi dan kemampuan untuk melatihnya tanpa terkecuali, dan itu sudah ada di dalam diri masing-masing individu semenjak dari dalam kandungan,” jelasnya saat berbincang dengan redaksi The Editor beberapa waktu lalu.

Hanya saja, lanjutnya, seiring dengan semakin kita dewasa, potensi ini semakin tertutupi dengan berbagai emosi – emosi negatif yang merupakan reaksi buruk dari memori yang terkumpul sepanjang kita hidup. Reaksi buruk dari memori ini yang muncul ketika kita menghadapi berbagai kejadian dalam hidup kita, dan tersimpan di tubuh kita berupa sensasi fisik dan emosi.

Selain itu, masih kata Yasinta, dengan semakin menumpuknya reaksi buruk dalam memori di diri kita, memperkuat bentukan persepsi salah yang membuat kita semakin bias dalam menterjemahkan semua kejadian dalam hidup mempengaruhi kualitas kebijaksanaan kita.

Kenapa bisa terbentuk reaksi buruk dari memori dan persepsi salah di diri kita? Hal ini bisa kita kaitkan dengan dualisme tubuh kita sebagai mesin biologis yang terdiri dari hardware dan software.

Hardwarenya adalah tubuh kita, softwarenya adalah pikiran kita. Untuk itu marilah kita mengenal lebih jauh ‘mesin tubuh manusia’.

Leave a Reply

  • (not be published)