Lukisan seorang Rasul Petrus menurut versi Saksi-Saksi Yehuwa (Foto: JW.ORG)

DUNIA – Petrus adalah putra Yohanes, atau Yunus. Alkitab menyebut bahwa Ia awalnya tinggal di Betsaida, namun belakangan pindah ke Kapernaun. Kedua tempat tersebut berada di pantai utara Laut Galiliea.

Petrus dan saudaranya, Andreas bergerak dalam bisnis perikanan, dan tampaknya mereka bermitra dengan Yakobus serta Yohanes, putra-putra Zebedeus yang adalah rekan-rekan Simon. Mereka ini semua adalah orang-orang yang Yesus jadikan sebagai murid nantinya.

Jadi, Petrus tidak bekerja sendirian sebagai nelayan tetapi bergabung dengan suatu bisnis penangkapan ikan yang cukup besar. Meskipun para pemimpin Yahudi menganggap Petrus dan Yohanes sebagai orang biasa yang tidak terpelajar, tidak berarti mereka buta huruf atau tidak pernah bersekolah.

JW.ORG menuliskan bahwa Dictionary of the Bible karya Hastings (1905, Jil. III, hlm. 757) menyebutkan mereka dengan kata a·gram’ma·tos, yang artinya bahwa mereka adalah orang-orang Yahudi yang tidak mendapat pelatihan di sekolah Alkitab para Rabi.

Mengenai Petrus, Alkitab juga mengatakan bahwa Ia sudah menikah dan istrinya juga sempat menemani Ia dalam perjalanan penginjilannya dan perjalanannya. Hal ini juga dilakukan oleh istri-istri rasul lainnya. Ibu mertuanya tinggal di rumahnya, dan Andreas, saudaranya juga tinggal disana.

Petrus adalah salah satu murid Yesus yang paling awal, yang diperkenalkan kepada Yesus oleh Andreas, murid Yohanes Pembaptis.

BBC merangkum kepribadian Petrus dengan cara yang sanat unik karena menyebutnya sebagai juru bicara para Rasul Yesus yang sering mengatakan hal yang salah pada saat-saat penting. Petrus sering mengajukan pertanyaan dan tidak takut berdebat dengan Yesus. Ia juga disebut gegabah, terburu-buru dan bahkan bodoh tetapi tidak pernah lambat untuk berjanji kesetiaan mutlaknya kepada tuannya. Sayangnya. Petrus tidak tahu berapa kali kesetiaannya akan diuji.

Suatu malam di Yerusalem, setelah Yesus meminta para Rasul untuk berdoa bersamanya di taman Getsemani, Petrus tertidur. Beberapa saat kemudian, Yudas tiba dengan gerombolan orang dari bait suci untuk menangkap Yesus. Dalam catatan Yohanes, Petrus mencambuk dengan pedang dan memotong telinga budak Imam Besar.
Bagi orang awam, tindakan ini mungkin dianggap sebagai cara sahabat melindungi temannya yang tidak bersalah akan ditangkap. Namun, Yesus menegurnya karena Yesus sendiri sudah berkali-kali mengatakan kepada Petrus dan muridnya yang lain bahwa Ia datang untuk membawa kabar baik, bukan peperagan dan pertikaian.

Jadi, Petrus yang datang membawa pedang salah. Saat Yesus ditangkap, seluruh murid Yesus lari berpencar, tetapi Petrus mengikuti dari kejauhan.

Sebelumnya pada malam yang sama Yesus telah meramalkan bahwa Petrus akan menyangkal Ia tiga kali sebelum ayam berkokok. Namun saat itu Petrus bersikukuh bahwa Ia akan tetap setia. Dan, perkataan Yesus benar, Petrus yang mengikuti Yesus hingga ke halaman rumah Imam Besar menghangatkan dirinya di depan perapian. Karena cahaya api itu, orang-orang lain dapat mengenali dirinya sebagai rekan Yesus, dan logat Galilea-nya menambah kecurigaan mereka.

Tiga kali orang asing mengaku mengenalinya sebagai salah satu murid Yesus, dan sebanyak itu juga Ia menyangkal dengan keras tuduhan itu. Di kali ketiga Ia bicara, tiba-tiba ayam berkokok dan kaki Petrus lemas karena Ia langsung mengingat apa yang dikatakan oleh Yesus sebelumnya.

Setelah itu Petrus keluar dari halaman dengan hati hancur dan Ia menangis dengan getir.

Sebelum Yesus menampakkan dirinya kepada para murid-muridnya di Laut Galilea (Tiberias), Petrus yang energik memberi tahu rekan-rekannya bahwa Ia akan pergi menangkap ikan ternyata teman-temannya para Rasul pun ingin ikut bersamanya. Saat tengah menjala ikan, Yohanes mengenali Yesus di pantai, Petrus tanpa berpikir panjang langsung berenang ke darat dan membiarkan murid lainnya menepikan perahu.

Yesus meminta ikan kepada Petrus saat Ia tiba di pinggir pantai. Petrus menangapinya dengan menarik jala ke daratan. Pada kesempatan inilah, Yesus tiga kali menanyai Petrus (yang telah tiga kali menyangkal Ia) sehubungan dengan kasihnya akan Yesus.

“Simon anak Yohanes, apa kamu sayang kepadaku?” tanya Yesus sebanyak tiga kali.

Dan Petrus menjadi sedih karena pertanyaan yang diajukan Yesus tersebut. Namun, pertanyaan itu membuat Petrus tahu bahwa Ia diberi tugas untuk menggembalakan murid-murid-Nya.

Yesus juga menubuatkan cara Petrus meningal dunia nantinya, namun alih-alih bertanya kepada Yesus yang telah bangkit dari kematian tentang arti perkataan-Nya tersebut, Petrus justru menanyakan tentang nasib Yohanes, murid Yesus yang lain.

Dan, sekali lagi juga Yesus mengoreksi sudut pandang Petrus, dan menekankan perlunya menjadi pengikutnya tanpa mempedulikan apa yang akan dilakukan orang lain.

Hidup Petrus Usai Yesus Naik Ke Surga

1. Petrus berbicara lantang kepada para imam, kepala penjaga bait dan orang-orang Saduki yang ingin memenjarakan Ia dan Yohanes yang tengah memberitakan tentang Kebangitan Yesus.

2. Petrus menyingkapkan kemunafikan Ananias dan Safira, dan menjatuhkan vonis Allah atas mereka.

3. Petrus mengabarkan kabar baik ke desa-desa orang Samaria.

4. Di Lida, Petrus menyembuhkan Eneas, yang sudah delapan tahun lumpuh, dan Ia membangkitkan Dorkas, wanita asal Yopa.

5. Petrus mengabarkan kabar baik kepada Kornelius, sanak saudara serta sahabat-sahabatnya dan hasilnya, mereka semua sebagai orang-orang non-Yahudi yang tidak bersunat menjadi orang-orang percaya yang pertama yang menerima roh kudus.

6. Pada tahun 44 M, Herodes Agripa I menangkap Petrus dan malaikat menuliskan bahwa Petrus dibebaskan oleh malaikat secara ajaib saat berada dalam penjara.

7. Petrus berdiri dan memberikan kesaksian tentang bagaimana Allah berurusan dengan orang-orang non-Yahudi yang percaya di Yerusalem.

8. Petrus aktif melayani di Antiokhia, Siria, bersamaan waktu dengan Paulus yang juga ada di sana.

Leave a Reply

  • (not be published)