Kenji Utsunomiya, Pengacara dan Mantan Calon Gubernur Tokyo mengirimkan petisi penolakan Olimpiade Tokyo dengan mengumpulkan tanda tangan dan diberikan kepada gubernur kota di klub pers Kantor Metropolitan Tokyo di Tokyo pada hari Jumat, 13 Mei 2021 (Foto: REUTERS / Naoki Ogura/ JAPAN TIMES/ THE EDITOR)

TOKYO – Lebih dari 351.000 tanda tangan dikumpulkan yang isinya permintaan pembatalan Olimpiade Tokyo kepada gubernur kota diserahkan hari ini, Jumat (14/5). Petisi tersebut meminta agar pemerintah mengutamakan kehidupan manusia yang akan terjaga bila pekan olahraga internasional tersebut dibatalkan selama Covid-19 masih melanda Jepang dan dunia.

Kenji Utsunomiya, Pengacara dan Mantan Calon Gubernur Tokyo mengatakan petisi online yang berjudul “Batalkan Olimpiade Tokyo Untuk Melindungi Hidup Kita” telah Ia luncurkan pada 5 Mei 2021 lalu. Ia mengaku telah mengumpulkan tanda tangan dari warga Jepang dan warga internasional yang tinggal di 130 negara lewat platform Change.org di Jepang.

Jajak pendapat secara konsisten menunjukkan mayoritas orang Jepang menentang penyelenggaraan Olimpiade tahun ini dan mendukung penundaan lebih lanjut atau pembatalan karena pandemi virus corona.

“Saya pikir Olimpiade kali ini adalah tentang apakah kita memprioritaskan kehidupan atau Olimpiade,” kata Utsunomiya kepada Japan Times.

Ia meminta Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengajukan permohonan kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk membatalkan Olimpiade.

“IOC memiliki hak untuk membuat keputusan apakah akan membatalkan Olimpiade, tetapi Tokyo sebagai kota tuan rumah harus mendesak IOC untuk membatalkan,” katanya.

Petisi juga dikirimkan ke IOC dan Komite Paralimpiade Internasional serta penyelenggara lokal dan pemerintah nasional. Petisinya diajukan saat Jepang memerangi gelombang keempat infeksi virus corona.

Utsunomiya memperingatkan bahwa menyelenggarakan pekan olahraga Olimpiade saat ini artinya harus menyediakan tim medis yang profesional untuk para atlet. Dan, pada Kamis (13/5) kemarin persatuan dokter di Jepang juga telah menyampaikan bahwa mustahil mengadakan pekan olahraga ini dengan aman selama pandemi.

Namun pihak penyelenggara memiliki pandangan yang berbeda. Kata mereka pelaksanaan olimpiade akan baik-baik saja lewat tindakan pencegahan virus corona. Jadi atlet dan penonton akan baik-baik saja selama pertandingan berlangsung.

Utsunomiya sendiri mengaku tidak akan berhenti mengumpulkan tanda tangan sampai pembatalan diumumkan. Menurutnya ketakutan pemerintah akan rugi bila membatalkan acara ini tidak masuk akal karena nyawa manusia jauh lebih penting dari pada uang.

Sementara itu di Jepang beberapa kali telah diadakan serangkaian uji coba yang mengikutsertakan atlet internasional. Dan diklaim berhasil oleh pemerintah Jepang.

Leave a Reply

  • (not be published)