TANAH KARO – Petani karo berharap hasil panen mereka tetap laku di pasaran meski kena abu vulkanik akibat letusan Gunung Api Sinabung yang terjadi hari ini, Senin (10/8).

Kembang Kol siap panen yang terkena abu vulkanik Gunung Sinabung (Foto: Salim Ginting)

“Bagaimana kira-kira, masih akan tetap laku cabai (yang kena abu vulkanik) ini?” tanya Berry Prima Sitepu lewat akun Facebooknya yang diunggah pada Senin (10/8).

Tak hanya petani cabai, petani kol juga mengutarakan yang sama. Nasib mereka justru sangat memprihatinkan, abu vulkanik masuk hingga ke setiap lapisan kol yang paling dalam. Kondisi tersebut akan terus terjadi saat hujan turun.

“Bagaimana kol kalian, sudah laku?” tanya Berry Prima kepada pengunjung lain yang berkomentar di akun foto cabai miliknya.

“Sudah laku,” jawab Eric John Sitepu sembari menunggah foto kol miliknya yang berubah warna menjadi silver akibat abu vulkanik yang sudah terkena siraman air hujan.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh Salim Ginting. Sembari mengunggah foto kembang kol miliknya yang juga dipenuhi lumpur abu vulkanik. Ia sangat berharap harganya tetap stabil dan terus meningkat saat dijual nanti ke pasar.

“Semoga erupsi Gunung Sinabung cepat berakhir dan semua harga tanaman baik, termasuk kembang kol,” tulisnya sembari memunculkan emoji sedih.

Petani Ragu Hasil Panen Mereka Tidak Akan Laku Lagi

Petani Tanah Karo ragu tanaman yang akan mereka panen dalam waktu dekat tidak akan laku lagi akibat siraman abu vulkanik. Salim Ginting yang tinggal di Ujung Teran Kecamatan Merdeka, Tanah Karo mengaku tidak yakin bila tanaman akan dihargai tinggi oleh pembeli bila sudah kena abu vulkanik.

“Aku ragu (hasil panen laku di jual), aku khawatir tidak lagi laku tanaman yang dipanen dari ladang nanti,” jelasnya.

Leave a Reply

  • (not be published)