Menjelang Natal yang sudah diperkirakan tentunya akan menaikkan permintaan terhadap cabai merah akan semakin mendorong naiknya harga cabai.

Berdasarkan proyeksi yang dilakukan oleh Bidang Harga Pangan Badan Ketahanan Pangan,, rata-rata harga cabai secara nasional di produsen pada bulan Desember akan mencapai Rp 40.200 per kilogram. Puncak harga tertinggi akan terjadi pada minggu keempat Januari 2021 mencapai Rp 48.000 per kilogram.

Kenaikan harga tersebut terjadi karena mulai berkurangnya puncak panen di beberapa wilayah sentra produksi. Meskipun badai La Nina tidak memberikan dampak yang terlalu besar terhadap cabai rawit merah, namun tetap saja hal tersebut mempengaruhi penurunan produksi.

Sumber: Kementerian Pertanian

Berkurangnya gairah petani menanam cabai terjadi karena harga jual petani selama pandemi sangat rendah dan tidak menguntungkan. Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian tengah menggenjot produksi komoditi ini mulai November 2020 kemarin untuk mengantisipasi pengaruh pandemi Covid-19 terhadap produksi cabai rawit merah di petani. Diperkirakan hal ini kan terjadi hingga periode Januari 2021 nanti.

Produksi Januari 2021 diperkirakan sebesar 86,8 ribu ton. Hal ini menjadi justifikasi terhadap prediksi harga yang kami lakukan, harga cabai rawit mencapai puncak tertinggi di produsen pada minggu keempat Januari 2021 disebabkan karena produksinya diprediksi berada dalam jumlah terendah.

Meskipun demikian, tentunya kita bisa belajar dari pengalaman awal tahun ini untuk mengantisipasi agar harga tidak melonjak kembali terlalu tinggi. Pemetaan wilayah sentra produksi yang akan mengalami musim panen telah dilakukan oleh Ditjen Hortikultura Kementan.

Beberapa Kabupaten teridentifikasi akan memasuki masa panen pada bulan Januari – Februari seperti ini Kabupaten Lombok Timur sebagai sentra cabai di NTB pada periode itu diperkirakan panen raya dan akan memperoleh produksi sebesar 21.176 ton.

Kondisi yang sama juga terjadi di provinsi Jawa Timur, panen raya akan terjadi di Kabupaten Tuban, Blitar, Kediri, Malang dan Banyuwangi. Kelebihan produksi di wilayah sentra tersebut dapat didistribusikan kepada wilayah konsumen yang diprediksi harga cabai akan meningkat cukup tajam karena mengalami defisit cabai di bulan Januari-Februari 2021 seperti Jabodetabek, sebagian besar wilayah Kalimantan, Sumatera, dan wilayah timur Indonesia.

Agar pasokan cabai rawit merah aman pada Januari 2021 mendatang, Inti mengatakan bahwa tim Kementerian Pertanian sudah sigap mendistribusikan cabai rawit merah ke daerah-daerah konsumen yang harganya tinggi.
Kerjasama berbagai pihak harus mulai dibangun dengan fasilitasi dari Kementerian Pertanian, dimulai dari petani cabai yang akan memasuki masa panen, ekspedisi yang diberi tugas untuk mengangkut cabai dari wilayah sentra produksi serta pedagang yang mendistribusikan cabainya kepada konsumen. Strategi ini perlu segera dirancang dan dilakukan sebelum ibu-ibu rumah tangga kembali menjerit karena kenaikan harga cabai.

Leave a Reply

  • (not be published)