Twitter Gideon Sa’ar Pemimpin Partai Harapan Baru @gidonsaar (Foto: Ksenia/ THE EDITOR)

ISRAEL – Gideon Sa’ar Pemimpin Partai Harapan Baru di Israel mengungkapkan kekecewaannya atas keputusan gencatan senjata tanpa syarat di akun media sosial Twitter. Katanya, keputusan Israel sangat memalukan karena sebagai negara dengan kekuatan intelijen dan angkatan udara terbaik di dunia semestinya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu semestinya berhasil mengekstrak keputusan lain dari Hamas selain gencatan senjata tanpa syarat.

Sebagaimana diketahui, kabinet pertahanan Israel akhirnya memilih menerima gencatan senjata pada Kamis malam waktu setempat karena wilayah selatan Israel dan Gaza tetap panas karena pertikaian antara Hamas dan Israel.

Jerusalem Post mengatakan seluruh kabinet pertahanan Israel sepakat mendukung gencatan senjata tanpa syarat. Media Israel melaporkan bahwa salah seorang dari Kantor Perdana Menteri Israel mengatakan bila gencatan senjata akan dilakukan pada pukul 02.00 pagi.

Kepada Reuters, salah satu pejabat Hamas mengatakan bahwa gencatan senjata ini menguntungkan kedua belah pihak dan akan dilakukan secara serentak. Namun, pejabat senior Hamas Osama Hamdan mengaku telah menerima jaminan dari mediator bahwa tentara Israel akan keluar dari Sheikh Jarrah dan al-Aqsa. Namun pernyataan ini dibantah oleh sumber-sumber dari Israel. Mereka tetap mengatakan bahwa gencatan senjata tetap dilakukan tanpa syarat sebagaimana yang disepakati.

Mengenai kesepakatan gencatan senjata ini. Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan bahwa keputusan ini akan mempengaruhi kampanye Pemilu yang tengah berlangsung di Israel. Namun kementerian pertahanan kata Benny akan tetap melanjutkan tugasnya melindungi warga Israel.

Benny juga juga berbicara dengan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin untuk memberi tahu keputusan terbaru dari kabinet dewan keamanan Israel yakni gencatan senjata. Ia berterima kasih kepada Austin dan Presiden AS Joe Biden atas dukungan Amerika Serikat dan mengungkapkan harapannya bahwa gencatan senjata akan dihormati oleh Israel.

Presiden AS Joe Biden sendiri diketahui telah berbicara dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi tentang upaya gencatan senjata, sementara Wakil Presiden AS Kamala Harris berbicara dengan Raja Yordania Abdullah.

Menurut Kan News, Penasihat Keamanan Nasional Israel, Meir Ben-Shabbat telah menerima proposal dari Mesir untuk memulihkan ketenangan di dua negara. Mesir bersama dengan PBB dan lainnya tengah menyusun agenda gencatan senjata ini sejak pertama kali Hamas melancarkan serangan roket ke Yerusalem 11 hari yang lalu.

“Kami telah melihat laporan tentang pergerakan menuju gencatan senjata yang potensial,” kata sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki kepada wartawan di Washington.

“Keputusan tersebut jelas sangat membesarkan hati. Kami percaya Israel telah mencapai tujuan militer yang signifikan yang ingin mereka capai, dalam kaitannya dengan melindungi rakyat mereka dan untuk menghalau ribuan serangan roket dari Hamas. Ini yang menjadi alasan mengapa sebagian dari kami merasa mereka lebih baik menghentikan operasi mereka,” jelasnya.

Linda Thomas-Greenfield, duta besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengatakan pada pertemuan Sidang Umum khusus PBB bahwa AS sedang bekerja untuk mendapatkan kepercayaan dua negara sehingga dalam beberapa jam lagi kita dapat mewujudkan perdamaian antar dua negara,” jelasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Ia meminta agar Wakil Asisten Sekretaris AS untuk Israel dan Urusan Palestina, Hady Amr untuk tetap berada di lapangan.

Koordinator Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Proses Perdamaian di Timur Tengah, Tor Wennesland yang tengah berada di Doha, Qatar, pada hari Kamis mengatakan bahwa kunjungan resmi mereka adalah upaya intensif PBB untuk memulihkan ketenangan di Gaza dan Israel.

Leave a Reply

  • (not be published)