Dompet milik turis asal Indonesia, Pradika yang dikembalikan oleh pemerintah Kota Praha setelah sempat hilang selama 1 bulan (Foto: Pradika/ THE EDITOR)

JAKARTA – Praha adalah salah satu kota metropolitan dan bersejarah di dunia. Siapa yang tidak mengetahui keindahan dan kemegahan kota Praha?

Praha terkenal akan bangunan gotiknya yang sangat kaya akan sejarah. Praha adalah kota yang sangat penting di masa pemerintahan Kaisar Romawi dan Kerajaan Hungaria. Siapa yang tidak mau datang ke Praha yang menjadi salah satu ikon kota paling romantis di dunia.

Pemerintah kota Praha sangat paham dengan daya magnet kotanya. Jutaan turis datang ke negara yang sistem transportasinya sangat terpadu ini. Bagaimana dengan sistem keamanan?

Pradika Kusuma, salah satu warga Indonesia yang pergi ke Praha mengungkapkan kekagumannya terhadap pihak kepolisian Praha. Pradika bercerita bila pada Maret lalu Ia berlibur bersama dengan dua orang temannya ke Praha. Ketiganya adalah orang Indonesia asli. Menginap di kawasan kota tua Praha, Pradika mengaku sangat menikmati masa liburannya di kota itu.

Sayangnya, di hari terakhir masa liburan mereka di Praha, Pradika kehilangan dompetnya saat tengah menikmati secangkir kopi hangat di pusat kota Praha. Sebelum melaporkan ke pihak berwajib, Pradika terlebih dahulu memeriksa ulang seluruh barang bawaanya, termasuk kafe yang Ia datangi. Hasilnya nihil, dompetnya dinyatakan hilang.

Di kantor polisI di kota Praha, Pradika mengaku diminta untuk mengisi lembar dokumen kehilangan. Katanya, petugas yang meminta datanya sempat heran karena Pradika memiliki beberapa lembar kartu kredit. Ternyata, bagi masyarakat Praha, memiliki beberapa lembar kartu kredit artinya masuk dalam kategori sangat kaya raya.

“Setidaknya itu yang mereka sebut saat itu ke saya,” ujar Pradika saat berbincang dengan The Editor.

Untuk diketahui, beberapa dokumen penting milik Pradika yang hilang saat di Praha adalah 4 unit kartu kredit, 2 unit kartu debit, Sim A dan Sim C, Kartu Tanda Penduduk, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), uang 200 Euro dan puluhan uang receh euro.

1 bulan setelah kepulangannya ke Indonesia, ternyata dompet Pradika dikembalikan oleh pihak kedutaan besar Praha lewat kedutaan besar Indonesia. Semua isi dompet Pradika dikembalikan kecuali uang 200 Euro.

Mengetahui hal tersebut, Pradika hanya tertawa dan mengaku sangat senang karena uang 200 Euro tidak ada artinya ketimbang harus mengurus berbagai macam dokumen seperti STNK dan KTP di Jakarta nantinya.

Leave a Reply

  • (not be published)