Pramugari Hong Kong Airlines menerima suntikan pertama dari vaksin Covid-19 (Foto: SCMP/Handout)

HONG KONG – Aturan karantina wajib untuk seluruh awak pesawat di Hong Kong akan dihapus jika banyak pegawai dari perusahaan mereka mau ikut program vaksinasi pemerintah.

Salah satu sumber South China Morning Post mengatakan bila pemerintah Hong Kong sempat menekan para operator penerbangan lokal untuk memaksa pegawainya ikut program vaksinasi Covid-19. Langkah tersebut harus diambil karena minimnya keinginan masyarakat untuk ikut program tersebut.

Pihak maskapai tertarik dengan ide penghapusan karantina yang mahal.

Sebagaimana diketahui, Hong Kong memberlakukan tindakan karantina sejak 20 Februari untuk setiap awak penerbangan lokal yang tetap tinggal di luar kota. Aturan tersebut mengecualikan mereka yang tiba dari China daratan, dan Anchorage di Alaska, persinggahan utama untuk penerbangan kargo Cathay Pacific Airways di mana awak yang transit melakukan isolasi sendiri.

Awak udara harus melakukan karantina selama 14 hari, diikuti dengan pemeriksaan kesehatan mandiri selama tujuh hari di rumah. Cathay Pacific mewajibkan stafnya bekerja selama tiga minggu dan melakukan karantina di hotel selama dua minggu sebelum kembali ke komunitas setempat.

Dalam sebuah pernyataan, pemerintah mengatakan sedang memasukkan insentif untuk orang-orang yang divaksinasi penuh ke dalam langkah-langkah anti-epidemi.

“Ketika situasi epidemi berkembang dengan positif, maka pemerintah akan meninjau dan menyesuaikan pengaturan isolasi diri awak udara yang berlaku,” ujar seorang juru bicara Biro Transportasi dan Perumahan.

Komitmen yang ditawarkan oleh pemerintah dalam beberapa hari terakhir kepada maskapai penerbangan lokal mencerminkan tekad operator, yang sebelumnya tanpa insentif yang jelas, untuk mendorong pilot dan awak kabin khususnya agar terlindungi dari Covid-19.

Cathay Pacific sebelumnya mengatakan akan mendorong karyawannya untuk mendapatkan vaksin, dan setelah jumlah staf yang ikut vaksin dinilai mencukupi maka pihaknya akan meminta pemerintah untuk membatalkan perintah isolasi di kemudian hari.

Penghapusan karantina dapat mulai membantu memperbaiki keuangan maskapai yang menipis dan memperlambat penggunaan uang tunai akibat pemotongan rute penerbangan jarak jauh akibat masa pemulihan covid-19 yang sanat lama dan berlarut-larut.

Meski demikian, sebuah sumber mengatakan bahwa penjadwalan penerbangan bisa makin rumit bila pencabutan izin karantina tidak disertai dengan keikutsertaan seluruh awak kabin untuk di vaksin. Karena tim operasional pesawat yang sudah di vaksin tidak dapat bertugas dengan awak kabin yang belum di vaksin.

Awal pekan ini, seluruh kementerian di pemerintah mulai merayu orang-orang dengan iming-iming uang insentif agar kegiatan vaksinasi covid-19 dapat segera dilakukan. Termasuk diantaranya mengizinkan guru dan staf restoran yang divaksin penuh untuk melewatkan pengujian Covid-19 reguler.

Sekedar informasi, program vaksinasi di Hong Kong sempat dihentikan pekan lalu setelah vaksin jab Pfizer-BioNTech dideteksi cacat. Vaksin asal Jerman tersebut ditemukan sudah dalam kondisi cacat saat masih dalam botol.

Hingga Selasa kemarin 6,1 persen populasi di Hong Kong telah menerima setidaknya satu dosis suntikan vaksin dan 0,5 persen lainnya menerima rezim dua dosis. Pemesanan vaksin Sinovac buatan China terus menurun setelah suntikan BioNTech ditangguhkan pada 24 Maret. Vaksinasi BioNTech diharapkan dapat dilanjutkan pada awal minggu depan dan sudah ditegaskan oleh Sekretaris Dinas Sipil Patrick Nip Tak-kuen, yang mengawasi program inokulasi pada Rabu kemarin.

Amy Ma, anggota komite eksekutif dari Cathay Pacific Flight Attendants Union mengatakan pihaknya menyarankan beberapa ribu anggotanya untuk memeriksa kesehatan mereka sebelum ikut program vaksin. Serikat pekerja penerbangan ini mengatakan pihaknya tidak memiliki data tentang tingkat pengguna vaksin di antara anggotanya.

Minggu lalu, pemerintah mengatakan setengah dari semua pilot Hong Kong setidaknya telah mendaftar untuk di vaksin. Maskapai enggan memberikan data publik tentang data vaksinasi staf.

Seorang juru bicara Hong Kong Airlines mengatakan bahwa meskipun sebagian besar layanannya adalah penerbangan turnaround, mereka akan menyambut baik kelonggaran dari tindakan karantina saat ini untuk kru yang divaksinasi.

Juru bicara Cathay Pacific mengatakan maskapai itu akan mendorong semua karyawannya untuk di vaksin agar bisa melindungi diri mereka sendiri dan keluarga.

“Kami percaya vaksinasi sangat penting agar perjalanan penerbangan dapat menjadi normal. Kembalinya kehidupan normal akan menjadi pemulihan ekonomi Hong Kong,” katanya.

Cathay Pacific menjadi korban terbesar dari aturan karantina yang dikeluarkan oleh pemerintah Hong Kong. Maskapai penerbangan terbesar Hong Kong terpaksa memangkas jadwal penerbangan penumpang dan kargo untuk menyesuaikan dengan langkah-langkah tersebut. Akibatnya terjadi pengeluaran tunai hingga HK $ 400 juta sebulan menjadi HK $ 1,9 miliar. Jasa pengangkutan kehilangan HK $ 21,6 miliar pada tahun 2020. Hal ini mencerminkan biaya finansial pandemi.

Leave a Reply

  • (not be published)