Pintu gerbang Kota Vientiane, Ibukota Laos (Fotografer: Elitha Evinora Tarigan)

LAOS – Gerbang kemenangan Laos atau kerap disebut Patuxai. Berada di Laos sangat sayang bila anda tidak menyempatkan waktu untuk beristirahat di taman kota yang berada di Vientiane. Saat tiba disini air mancur yang berada tepat di depan gerbang ini belum dinyalakan, jadilah saya hanya duduk sambil menikmati suasana taman yang dijadikan masyarakat setempat sebagai tempat untuk bermain.

Gerbang Patuxai ini merupakan sebuah monumen sejarah perang di pusat kota Vientiane, Ibukota Laos. Untuk menemukannya tinggal jalan kaki menuju ke Lane Xang Avenue yang tak jauh jaraknya dari pusat kota Vientiane. Pengunjung juga bisa menaiki gerbang ini lewat tangga yang berada dekat dengan toko souvenir. Meski terlihat kecil tapi pemerintah Laos menyediakan museum kecil di monumen ini. Untuk berkunjung bisa dari pukul 08.00 pagi hingga 5 sore dengan tiket masuk seharga 0,35 dolar atau 3.000 kips (mata uang Laos.

Sekilas memang desain puncak gerbang ini mirip dengan Bali. Meski demikian keduanya tidak berkaitan sama sekali. Saya coba cari tahu lewat selebaran yang banyak ditemukan di toko cenderamata. Dari sana saya tahu bahwa monumen ini tidak sebatas menandai peperangan yang pernah terjadi di Laos. Monumen ini juga disebut sebagai gerbang kemenangan meski dibangun saat Laos masih dalam era kepemimpinan model Monarki Konstitusional. Desainnya dibuat oleh seorang tentara Laos yang juga berprofesi sebagai jurnalis bernama Tham Sayasthsena.

Monumen ini dibangun dengan gaya tradisional Loas dimana arti dari tiap desain dalam bangunan selalu mewakili lima prinsip seorang Buddhis, yakni keramahtamahan, fleksibilitas, kejujuran, kehormatan dan kemakmuran. Gapura ini memiliki gerbang di empat sisi yang mengarah ke empat penjuru mata angin. Di depan setiap gerbang terdapat kolam yang memiliki lambang arti penghormatan masyarakat Laos kepada para pejuang yang telah gugur di medan perang.

Selama berada di Laos banyak pengalaman menarik yang saya pelajari dan tentunya perlu diikuti oleh turis yang datang kesana, yaitu Kurangi membahas tentang politik saat bicara dengan masyarakat Laos. Mereka sangat menghormati sistem pemerintahan yang sedang berjalan dan jarang membahas tentang hal yang sifatnya menjelek-jelekkan pemerintah. Saya coba beberapa kali membahas tentang sistem pemerintahan yang sedang berjalan dengan beberapa warga namun hasilnya nihil karena gurat wajah mereka langsung menunjukkan tanda kurang tertarik membahas tentang topik tersebut. Saya pun sadar diri dan tersenyum kecut sembari mengalihkan pembicaraan tentang pariwisata. Lebih aman.

Leave a Reply

  • (not be published)