MADIUN – Omset atau pendapatan penjual sayuran di Pasar Madiun, Jawa Timur turun hingga 60 persen selama pandemik corona. Nurul Julaikah (34) salah satu pengusaha yang bergerak di bidang penjualan sayur mayur dan rempah-rempah mengaku mengalami penurunan omset yang drastis selama beberapa bulan terakhir ini.

Pasar Madiun, Jawa Timur (Fotografer : Kontributor Malang untuk The Editor

Kesehariannya, Nurul mengaku harus memutar otak agar mampu bertahan selama aturan Lockdown pemerintah diberlakukan. Katanya segala macam cara Ia lakukan termasuk berjualan dengan menggunakan pesan singkat online Whatsaap dan memberikan layanan jasa pengiriman dari kios miliknya di Pasar Madiun.

“Kalau biasanya ambil untung 2.000 sekarang hanya 1.000,” ujar Nurul yang memiliki tiga kios di Pasar Madiun, Jawa Timur kepada The Editor, Kamis (4/6).

Nurul yang sebelumnya adalah seorang karyawan swasta di Jakarta ini mengaku sudah memiliki pelanggan tetap jadi tidak perlu memberlakukan promo besar-besaran agar pembeli mau datang ke kiosnya. Selain berdagang Nurul juga menjadi suplier berbagai macam bumbu dan sayuran ke restoran di Madiun.

“Omset turun sampai 60 persen. Masih tertolong ada rumah makan padang yang ambil barang banyak-banyak,” tuturnya.

Tips dari Nurul kepada pedagang lainnya adalah agar memperlakukan pembeli seperti raja. Keramahan dinilai Nurul adalah kunci untuk menggaet hati pelanggan karena selama pandemik corona banyak konsumen yang ketakutan dan memilih untuk berdiam diri di rumah. Tentunya hal semacam itu mematikan iklim usaha dan penjualan barang dan jasa.

“Pengiriman lewat online pakai jasa kurir. Gaet pembeli kalau aku ya ramah terus pandai berbicara,” katanya.

Harga bahan makanan dan bumbu dapur yang berlaku di Pasar Madiun adalah untuk cabai rawit dihargai Rp18.000 per kilogram, bawang putih sinco Rp18.000 per kilogram, bawang putih kateng Rp22.000 per kilogram, bawang merah Rp50.000 per kilogram, daging sapi Rp110.000 per kilogram, telur ayam Rp21.000 per kilogram, tomat buah Rp7.000 per kilogram, tomat sayur 6.000 per kilogram, bawang bombay Rp18.000 per kilogram, gula pasir Rp16.000 per kilogram

Lain lagi pengalaman seorang konsumen yang tinggal di Cikarang. Gama Christina (29) mengaku sengaja mengurangi jadwal berbelanja ke pasar. Sehari-hari, ibu satu anak ini biasa berbelanja di Pasar Central Cikarang. Dalam satu pekan Ia mengaku hanya dua kali ke pasar untuk berbelanja.

“Karena sayur gampang layu jadi tidak pernah di stok (disimpan). Kecuali yang model frozen food (makanan beku),” jelasnya.

Berikut harga bahan makanan yang Ia beli dari Pasar Central Cikarang, dimana harga cabai rawit dibanderol dengan harga Rp42.000 per kilogram, bawang putih Rp36.000 per kilogram, bawang merah Rp48.000 per kilogram, daging sapi Rp130.000 per kilogram dan terakhir telur ayam Rp22.000 per kilogram.

Harga Bawang Merah di Pasar Madiun, Jawa Timur dan di Pasar Central Cikarang ternyata beda tipis. Mahalnya harga bawang merah yang mencapai angka Rp50.000 per kilogram ini terjadi karena panen yang melimpah namun serapan pasar belum juga meningkat.

Leave a Reply

  • (not be published)