Uang logam bergambar Aleksander Agung (Foto: JW.ORG)

JAKARTA – Alexander Agung adalah putra dari Filipus II dari Makedonia dengan istrinya, Olimpias. Lahir di Pella pada tahun 365 SM, sejak usia 20 tahunan, Alexander sudah naik tahta menyusul pembunuhan ayahnya, Ia bangkit untuk menaklukkan dunia.

Kehebatan Alexander dalam strategi militer, dituliskan dalam Alkitab dalam sebuah perumpamaan. Nabi Daniel adalah orang yang mendapat penglihatan di masa tahun pertama dan ketiga pemerintahan Raja Belsyazar, cucu Raja Nebukhadnezar di Babilonia. Sayangnya, Alexander meninggal diusianya yang sangat muda, yakni 32 tahun.

Ini adalah empat kutipan ayat Alkitab yang berisi tentang penglihatan lengkap Daniel yang dituliskan 200 tahun sebelum kelahiran Alexander Agung:

Daniel 8:5 isinya adalah “Selanjutnya, saya melihat seekor kambing jantan datang dari barat. Dia melintasi seluruh bumi dengan sangat cepat, sampai kakinya tidak menyentuh tanah. Di antara kedua matanya ada satu tanduk yang sangat mencolok,”.

Daniel 8:7 isinya adalah “Kambing itu pun semakin mendekati domba itu, lalu menyeruduknya dengan marah dan mematahkan kedua tanduknya. Domba itu tidak berdaya melawannya.

Dia dibanting ke tanah dan diinjak-injak. Tidak ada yang bisa menyelamatkan domba itu dari tangannya,”.

Daniel 8:20 isinya adalah ” “Domba jantan bertanduk dua yang kamu lihat adalah raja-raja Media dan Persia,”.

Daniel 8:21 isinya adalah Kambing jantan yang berbulu itu adalah raja Yunani. Tanduk besar di antara kedua matanya adalah rajanya yang pertama,”.

Nah, bagaimana penjelasan Alkitab tentang penglihatan Daniel tersebut? Tim redaksi The Editor merangkumnya dari situs www.jw.org untuk anda.

Di sini, Daniel menguraikan suatu penglihatan tentang pertikaian antara seekor domba jantan bertanduk dua dan seekor kambing jantan yang berbulu dengan ”sebuah tanduk yang mencolok”.

Kambing jantan itu menang tetapi tanduknya yang besar patah. Empat tanduk muncul menggantikan tanduk itu. Apa artinya penglihatan ini?

Catatan Daniel melanjutkan, ”Domba jantan yang kaulihat mempunyai dua tanduk itu menggambarkan raja-raja Media dan Persia. Dan kambing jantan yang berbulu itu menggambarkan raja Yunani dan tanduk besar yang ada di antara kedua matanya menggambarkan raja yang pertama. Lalu tanduk itu patah, sehingga akhirnya ada empat yang bangkit berdiri menggantikannya, dan dari bangsanya akan bangkit berdiri empat kerajaan, tetapi tidak memiliki kekuatannya.”—Daniel 8:3-22.

Apakah Nubuat Ini Tergenap?

Penulisan buku Daniel dirampungkan kira-kira pada tahun 536 SM. Raja Alexander Agung dari Makedonia yang lahir 180 tahun kemudian, pada tahun 356 SM, menaklukkan Imperium Persia.

Alexander disebut sebagai “tanduk besar” di antara kedua mata ”kambing jantan yang berbulu itu”. Menurut seorang sejarawan Yahudi, Yosefus, sewaktu Alexander memasuki Yerusalem sebelum kemenangannya atas Persia, buku Daniel diperlihatkan kepadanya.

Ia menyimpulkan bahwa kata-kata nubuat Daniel yang ditunjukkan kepadanya memaksudkan kampanye militernya melawan Persia. Selain itu, dalam buku pelajaran tentang sejarah dunia, Anda dapat membaca tentang apa yang terjadi dengan imperium Aleksander setelah kematiannya pada tahun 323 SM.

Empat jenderal akhirnya mengambil alih imperiumnya dan pada tahun 301 SM, ’empat tanduk’ yang bangkit berdiri menggantikan ”tanduk besar” itu membagi wilayah imperium tersebut menjadi empat bagian.

Sekali lagi, mau tidak mau kita akan bertanya-tanya, ’Bagaimana mungkin sebuah buku dapat menubuatkan dengan jelas dan akurat apa yang terjadi sekitar 200 tahun kemudian bukan?

Nubuat: “Seekor kambing jantan . . . menghantam domba jantan itu dan mematahkan kedua tanduknya,”. “Domba jantan yang kaulihat mempunyai dua tanduk itu menggambarkan raja-raja Media dan Persia. Dan kambing jantan yang berbulu itu menggambarkan raja Yunani,” (Daniel 8:​5, Daniel 8:​7, Daniel 8:20, Daniel 8:21)

Penggenapan: Setelah dua kali mengalahkan pasukan Media-Persia di Asia Kecil, bala tentara Alexander pertama-tama bergerak maju ke selatan dan kemudian ke timur, untuk menaklukkan Imperium Media-Persia seluruhnya

Nubuat: “Dan tanahmu (Kota Tirus) akan mereka buang ke dalam air,” (Yehezkiel 26:​4, Yehezkiel 26:12)

Penggenapan: Pada tahun 332 SM, Alexander menggunakan reruntuhan dari Kota Tirus lama yang ada di daratan utama untuk membangun jalan lintasan menuju Kota Tirus yang ada di pulau, yang kemudian Ia hancurkan

Nubuat: “Segera setelah Ia menjadi perkasa, tanduknya yang besar itu patah,” (Daniel 8:8)

Penggenapan: Pada tahun 323 SM, pada usia 32 tahun, Ia terjangkit penyakit dan mati

Nubuat: “(Babilon) akan menjadi tempat yang tandus dan telantar sampai waktu yang tidak tertentu,” (Yeremia 51:26)

Penggenapan: Dengan demikian, gagallah rencana spektakulernya untuk membangun kembali Babilon sebagai ibu kotanya, dan akhirnya lokasi itu menjadi tempat yang tandus dan telantar

Nubuat: “Kerajaannya akan pecah dan dibagi . . . tetapi bukan kepada cucu cicitnya,” (Daniel 11:4)

Penggenapan: Para ahli waris Alexander dibunuh, dan kerajaannya terpecah belah

Nubuat: ”Tanduknya yang besar itu patah, lalu . . . muncullah empat tanduk menggantikannya,” (Daniel 8:​8, Daniel 8:22)

Penggenapan: Pada tahun 301 SM, empat jenderal Alexander telah mengambil alih bagian-bagian dari imperium yang semula

Leave a Reply

  • (not be published)