Seorang perempuan tengah duduk di depan bangunan bersejarah Taj Mahal, India (Foto: Dilla Sausan/ THE EDITOR)

INDIA – Dibangun di masa kejayaan Raja Mughal Shah Jahan untuk istrinya yang berasal dari negeri Persia, Arjumand Banu Begum atau juga dikenal dengan Mumtaz ul Zamani. Taj Mahal adalah simbol persembahan cinta yang sejati di abad modern. Tidak ada orang yang tidak terpukau pada keindahan desain Taj Mahal.

Dilla Sausan (33) seorang traveller yang doyan fotografi mengatakan makam Mumtaz ul Zamani yang berada di dalam bangunan diapit oleh dua masjid yang berada di kanan dan kiri bangunan. Pengunjung yang datang ke Taj Mahal sangat banyak. Jam operasionalnya adalah dari pukul 06.00 pagi sampai sore.

Untuk kelakuan orang India yang cenderung kotor, lanjutnya, Taj Mahal terhitung bersih. Orang-orang yang berkunjung kesana menurutnya juga sangat patuh pada aturan.

“Mungkin karena semua pengunjung juga mikir Taj Mahal ini salah satu kekayaan India yang harus dijaga,” ujarnya kepada The Editor.

Sejarah Taj Mahal

Dilansir dari BBC, disebutkan bila Mumtaz adalah istri ketiga dan istri yang paling disayang Shah Jahan sehingga kisah cinta mereka menjadi legenda.

Mumtaz digambarkan sebagai istri yang cantik dan setia dan rela memiliki banyak anak dengan suaminya. Ia meninggal saat melahirkan anak ke-14.

“Tapi ada sisi lain yang tidak banyak diketahui, ia bukan istri yang cantik dan setia sama sekali. Ia adalah pecatur yang sangat hebat, jauh lebih hebat dari Shah Jahan, dan dia ambisius serta kejam,” kata sutradara M Sayeed Alam dari kelompok teater Delhi Pierrot’s Troupe.

Para ahli sejarah setuju bahwa perempuan-perempuan kerajaan pada periode Mughal menerapkan otoritas politik yang signifikan.

Dikutip Ensiklopedia Britannica, Jumat (13/3/2020), lebih dari 20.000 orang dipekerjakan dari India, Persia, Kekaisaran Ottoman, dan Eropa untuk menyelesaikan makam itu. Mumtaz diketahui dimakamkan di ruangan yang lebar dengan tinggi sekitar 7 meter.

Mausoleum (makam) itu terbuat dari marmer putih yang mencerminkan rona sesuai dengan intensitas cahaya matahari atau sinar bulan.

Saat itu, Mumtaz yang sedang hamil tua menantang suaminya untuk mempertaruhkan takhtanya. Dan ketika sang kaisar kalah, ia pun naik takhta dan mewujudkan ambisinya yang kejam.

Sang kaisar menyadari bahwa ratunya harus dihentikan. Pertengkaran memperebutkan cap kerajaan berakhir dengan jatuhnya Mumtaz dari takhta dan meninggal saat melahirkan.

Namun apakah itu hanya sebuah kecelakaan atau apakah ia didorong?

Leave a Reply

  • (not be published)