Kota Makassar (Foto: Sofyan/ THE EDITOR)

JAKARTA – Makassar dan Medan adalah dua kota yang menjadi salah satu daerah tujuan wisata favorit turis di Indonesia. Dua kota dengan latar belakang yang berbeda dan menghasilkan respon yang berbeda juga di mata turis. Kali ini, The Editor mengajak Anda untuk menikmati moda transportasi saat berwisata di dua kota ini.

Makassar misalnya, kota yang tak pernah berhenti membangun dirinya ini ternyata sangat minim moda transportasi umum. Jadi turis kesulitan bila ingin berkeliling ke objek-objek wisata di dalam kota maupun yang di ada luar kota Makassar. Hasilnya adalah Anda dipastikan akan jarang menemukan kemacetan di Makassar.

Lalu lalang kendaraan pribadi roda dua dan roda empat menyebabkan jalur transportasi bergerak teratur di berbagai arah. Untuk turis dengan kantong terbatas tentu kondisi ini jadi tidak menyenangkan karena bus ataupun angkutan umum jarang terlihat.

Perlu diketahui, Makassar adalah kota asal Jusuf Kalla yang merupakan orang yang memegang lisensi mobil asal Jepang, Toyota di Indonesia. Semestinya jumlah angkutan umum jauh lebih banyak ya di kota ini karena pelaku bisnis transportasi nomor satu di Indonesia tinggal di Makassar. Sayangnya tidak demikian. Mobil pribadi jadi bagian masyarakat sehari-hari di kota ini, baik roda dua maupun roda tiga.

Saran untuk turis yang hendak berlibur ke Makassar adalah rajin-rajin browsing rute, jenis dan jam operasional angkutan umum di internet. Mengapa? Agar Anda tidak terlalu lama menunggu angkutan umum saat berada di kota ini.

Berbeda dengan Medan. Kemacetan lalu lintas di kota ini justru sering dipicu oleh banyaknya angkutan umum yang parkir sembarangan di setiap sudut kota. Kondisi ini memang menguntungkan turis yang ingin jalan-jalan dengan cara hemat uang. Tapi belum tentu waktu.

Di Medan, angkutan umum yang parkir sembarangan adalah pemandangan biasa. Bahkan supir-supir angkutan di kota ini jauh lebih galak saat ditegur meski diketahui melanggar lalu lintas. Keganasan supir di Sumatera Utara memang terkenal. Ada baiknya mengalah bila Anda yang membawa mobil pribadi diajak untuk adu kecepatan.

Meski demikian, angkutan umum yang menghubungkan kabupaten yang satu dengan yang lainnya sangat lengkap di Sumatera Utara. Jumlahnya yang banyak memang harus jadi bahan perhatian Gubernur Sumatera Utara dan seluruh bupati di kabupaten karena jadi sumber kemacetan.

Anda akan kehilangan banyak waktu bila macet muncul di area wisata yang hendak Anda tuju. Saran saat berlibur di Medan dan sekitarnya adalah jangan keluar rumah dulu sebelum jam berangkat kantor dan pulang kantor usai. Bila tidak macet, maka Anda akan tiba di setiap lokasi yang Anda inginkan dengan cepat tanpa hambatan.

Leave a Reply

  • (not be published)