Palmanova, sebuah benteng kota Renaissance yang berbentuk bintang di timur laut Italia (Sumber Foto: Pinterest/ THE EDITOR)

INGGRIS – Kata jenius sering dikaitkan dengan nama Leonardo da Vinci–seorang pria Renaisans sejati yang membawa semangat keilmuan, bakat artistik, dan kepekaan humanis.

Lima ratus tahun telah berlalu sejak Leonardo meninggal di rumahnya di Chateau du Clos Luce, di luar Tours, Prancis. Namun, pemikiran-pemikirannya tak lekang oleh waktu, dan bahkan masih mengejutkan hingga hari ini,” demikian diungkapkan oleh Dosen di Universitas Portsmouth, Inggris, Alessandro Melis sebagaimana Ia tuangkan dalam The Conversation.

Alessandro mengatakan bahwa, era Renaisans menandai transisi dari Abad Pertengahan ke Era Modern setelah penyebaran wabah menyebabkan krisis global yang mengakibatkan sekitar 200 juta orang meninggal di seluruh Eropa dan Asia. Ia percaya bahwa dunia saat ini sedang memasuki krisis iklim yang diprediksi akan menyebabkan perpindahan, kepunahan, dan kematian yang meluas jika masalah ini didiamkan begitu saja.

“Nampaknya perlu ada solusi radikal yang merevolusi cara orang untuk hidup dan melindungi umat manusia dari bencana,” jelas Alessandro.

Sekitar 1486–setelah wabah yang menewaskan setengah populasi di Milan, Italia, lanjutnya, Leonardo berusaha memecahkan masalah perencanaan kota. Mengikuti tren Renaisans saat itu, Leonardo diungkapkannya mulai mengerjakan proyek kota ideal yang tentu pada akhirnya tidak terpenuhi karena biayanya yang tinggi. Tapi saat itu, model perkotaan yang tidak berkelanjutan merupakan penyebab utama perubahan iklim global saat ini.

“Wajar saja untuk bertanya-tanya kira-kira seperti apa perubahan yang diajukan Leonardo,” tanya Alessandro.

Kelahiran Urbanisme

Meskipun Renaisans terkenal sebagai era yang memiliki kemajuan luar biasa dalam seni dan arsitektur, masih kata Alessandro, jarang diketahui jika abad ke-15 juga merupakan kelahiran urbanisme sebagai disiplin ilmu.

Sebelum tokoh-tokoh Renaisans mendorong proyek urban skala besar, seperti rekonfigurasi Pienza, perluasan Ferrara, dan pembangunan benteng kota Palmanova di Italia, Alessandro yakin perencanaan dan pengembangan sebuah kota belum menggunakan metode dan disiplin saintifik.

Karya-karya mereka dianggap telah mengilhami Leonardo untuk memikirkan kembali rancangan kota-kota abad pertengahan, dengan jalan-jalannya yang berliku dan sesak, serta rumah-rumah yang ditumpuk satu sama lain.

Leave a Reply

  • (not be published)