Video unggahan Kementerian Keuangan yang menunjukkan bahwa beras impor premium yang akan dikenalam PPN, bukan sembako hasil produksi dalam negeri (Foto: Kementerian Keuangan/ THE EDITOR)

JAKARTA – Kementerian Keuangan sampaikan kritik tajam pada pemberitaan media online di Indonesia yang dianggap tidak sesuai fakta. Kritik ini disampaikan lewat sebuah tayangan video yang diunggah 23 jam yang lalu di akun Linkedin Kementerian Keuangan.

Video ini diawali dengan judul pemberitaan media online CNN yang isinya adalah “Sembako kena PPN: ‘Tidak Cerminkan Keadilan’ Bahan Kebutuhan Pokok Tidak Dikenai Pajak, Beli Mobil Baru Dapat Relaksasi”.

Di menit selanjutnya, Kementerian Keuangan mengatakan bahwa tayangan CNN tersebut bikin heboh masyarakat, padahal kenyataan yang terjadi tidak demikian.

“Cuma sembalo premium yang kena pajak,” demikian tulisan dalam tayangan video tersebut yang memuat beberapa gambar sembako yang asalnya dari negara lain seperti minyak goreng merek Aryza Grace dan Daging Wagyu.

“Padahal aku nggak ngambil pajak, nggak ada PPN sekarang. Tapi nanti itu barang-barang untuk rakyat ini nggak dikenain,” katanya sembari berbincang dengan salah sayu pedagang Sembako di Pasar Santa, Jakarta Selatan, Senin (14/6) kemarin.

“Makanya berita online suka bikin resah ya Bu ya,” kata Sri Mulyani lagi sembari tersenyum.

“Nanti aku kasih tahu deh,” tutup Sri Mulyani yang tampak mengenakan baju berwarna putih celana jeans hitam abu-abu.

Perlu diketahui, pembicaraan antara Sri Mulyani dan pedagang tersebut terjadi di Pasar Santa, Jakarta Selatan pada Senin (14/6) lalu. Sri Mulyani mengunggah kunjungan tersebut di akun Instagram pribadinya. 

“Pagi tadi saya ke Pasar Santa di Kebayoran belanja sayur dan buah Indonesia segar dan bumbu-bumbuan, sambil ngobrol dengan beberapa pedagang disana,” jelas Sri Mulyani mengawali perjalanannya di Pasar Santa.

Untuk mengetahui lebih banyak langsung saja klik di akun Instagram Sri Mulyani di @smindrawati.

Leave a Reply

  • (not be published)