Ilustrasi (Foto: THE EDITOR)

PETERSBURG – Menjaga lingkungan tidak semata-mata harus terlibat dalam sebuah program besar yang dibuat oleh pemerintah atau kelompok.

Salah satu cara agar bisa ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan adalah dengan mengurangi limbah yang dipakai sehari-hari. Ksenia, Jurnalis The Editor yang bermukim di Petersburg, Rusia merangkum cara yang benar dalam menjaga lingkungan.

Yang pertama yang harus dilakukan oleh setiap individu adalah mau menolak menggunakan barang-barang yang sifatnya tidak penting. Dengan kata lain, mengurangi kesempatan pribadi untuk menggunakan barang atau produk yang bisa di daur ulang.

“Aturan ini merupakan bagian dari hirarki limbah yang merupakan proses yang digunakan untuk melindungi lingkungan dan melestarikan sumber daya melalui pendekatan prioritas. Kedengarannya seperti pidato sukarelawan dari Greenpeace, tetapi sebenarnya masuk akal,” ujar Ksenia.

Bagaimana cara berpartisipasi menjaga lingkungan dengan cara menolak (Refuse) benda dan barang yang tidak dibutuhkan?

Yang pertama adalah dengan mencoba untuk tidak menggunakan sesuatu yang tidak dapat di daur ulang. Kemudian, tidak membeli dan menggunakan hal-hal yang tidak perlu seperti baju ekstra, gadget dan kosmetik yang tidak akan dipakai.

“Juga, saya tidak membeli air dalam botol plastik (tanpa keadaan darurat). Saya membiasakan diri membawa botol minuman yang bisa diisi ulang dari rumah,” jelasnya.

Hal lain yang harus dilakukan adalah dengan tidak memesan makanan secara online karena akan menyisakan plastik yang jarang bisa didaur ulang.

Di atas segalanya, yang paling penting adalah tidak membawa makanan dari restoran atau kafe karena pramusaji biasanya mengemas makanan dalam piring sekali yang hanya akan berakhir di tempat sampah.

Bila tidak memungkinkan untuk tidak membeli makanan di restoran, maka cara lain yang saya lakukan adalah dengan membawa kantung belanjaan buah dan sayuran saat pergi pasar. Dan saat berada di supermarket, saya akan memilih produk dengan kemasan yang bisa di daur ulang.

“Gunakan toples kaca dari berbagai sayuran kaleng untuk menyimpan sereal, tepung, gula atau garam, teh dan kopi,” jelas Ksenia.

Bila saya memiliki produk daur ulang yang berlebih, maka saya akan membagikannya kepada yang membutuhkan, atau meletakkannya di tempat tertentu sembari menaruh pesan dalam botol bahwa kemasan yang mereka lihat boleh dibawa pulang dan sangat aman untuk digunakan.

Tujuan utamanya adalah memaksimalkan penggunaan barang yang sudah dibeli agar tidak berakhir di tempat sampah.

Recycle (daur ulang). Sistem daur ulang secara signifikan dapat mengurangi produksi kemasan plastik dan kemasan berbahan lain. Efek yang ditimbulkan dari cara ini adalah berkurangnya limbah dapur akibat konsumsi sehari-hari.

“Tren ini sangat populer di Eropa, Amerika, dan negara-negara lain, tetapi masih tergolong baru bagi Rusia,” jelasnya.

Leave a Reply

  • (not be published)