Air Sungai Sembahe yang jernih (Foto: Elitha Evinora Tarigan)

TANAH KARO – Bagi masyarakat Sumatera Utara, keindahan alam Sembahe bukan hal baru lagi. Bebatuan besar yang berada di sepanjang sungai biasanya selalu berubah posisi, tergantung kuatnya arus air. Namun, jernihnya air di Sembahe ternyata cukup membuat pengunjungnya betah berlama-lama duduk di tempat ini.

Sembahe terletak di pinggir jalan lintas Medan – Kabanjahe. Dari Kota Medan hanya dibutuhkan waktu sekitar 1 jam saja untuk mencapai daerah ini. Pengunjung juga tidak perlu mengeluarkan biaya banyak saat berada disini. Hanya dengan tiket masuk Rp5.000 per orang serta biaya parkir Rp5.000 maka pengunjung sudah bisa menikmati keindahan aliran sungai di tempat ini.

Biasanya, pengunjung akan ditawari berbagai macam sarana hiburan saat datang ke Sembahe. Diantaranya pondok di pinggir sungai yang cukup di sewa dengan biaya Dp25.000 – Rp35.000. Berbagai macam penganan seperti pisang, jagung dan kacang juga tersedia disini. Setiap pondok dijaga kebersihannya sehingga sangat nyaman saat berada di tempat ini.

Air sungai yang bersih dengan tumbuhan lumut di bebatuan membuat pengunjung tak sabar ingin menceburkan dirinya ke dalam air. Bila dirasa sudah mulai dingin, biasanya pengunjung memilih untuk duduk diatas bebatuan yang besar di tengah aliran sungai.

Sembahe adalah sungai yang sakral. Dulu di tempat ini sering diadakan tempat upacara. Sekarang sudah jarang namun tidak berarti hilang.

Peringatan kepada setiap pengunjung yang akan datang ke tempat ini adalah untuk tidak pernah turun ke area pinggir sungai saat lengit mendung atau hujan. Karena arus sungai Sembahe sangat deras, terutama di musim hujan akan menyebabkan banjir bandang.

Leave a Reply

  • (not be published)