JAKARTA – Ibukota mulai berbenah diri, gaya hidup sehat mulai jadi bagian keseharian masyarakat Indonesia, terutama yang tinggal di kota-kota besar.

Jalur sepeda di salah satu jalanan di Jakarta, Indonesia (Sumber Foto: TETO)

Di Jakarta misalnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan rute khusus bagi pesepeda agar bisa menjdi bagian masyarakat yang menikmati pembangunan moda transportasi.

Pemprov DKI menyediakan 32 titik khusus untuk jalur pesepeda di hari Minggu atau kerap disebut Car Free Day (CFD). Memang selama pandemi corona terjadi pengurangan rute CFD untuk pesepeda, tapi tidak ada salahnya untuk memahami rambu-rambu lalu lintas mana saja yang bisa anda pakai saat menggowes sepeda di Jakarta.

Jalur pesepeda yang bisa dilalui masyarakat sebagaimana yang diputuskan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta adalah Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim dan Jalan RS Fatmawati Raya. Jalan Tomang Raya, Jalan Cideng Timur, Jalan Kebon Sirih, Jalan Matraman Raya, Jalan Jatinegara Barat, dan Jalan Jatinegara Timur.

Rambu-rambu lalu lintas yang harus diketahui pesepeda dan pengendara adalah mematuhi marka jalan yang dibuat oleh Dishub DKI. Terdapat tiga marka yang dibuat sebagai penanda area pesepeda, diantaranya garis putih solid (tersambung), garis putus-putus, dan penanda jalan berwarna cat hijau.

Pengendara dan angkutan umum diminta untuk mematuhi aturan yang tercantum di dalam Pasal 45 tentang jalur sepeda dan Pasal 62 tentang hak atas fasilitas pendukung keamanan. Berdasarkan aturan tersebut, Dishub juga mengenakan denda kepada pesepeda yang tidak menaati rambu-rambu di jalan raya, yaitu dengan membayar sebesar Rp500.000 atau kurungan pidana dua bulan sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 28 Ayat 1 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) Nomor 22 Tahun 2009.

Leave a Reply

  • (not be published)