INGGRIS – Alessandro mengatakan bahwa tidak mudah untuk mengidentifikasi kota ideal Leonardo karena cara kerjanya yang tidak teratur dalam coretan sketsa dan catatan.

Kota Ferrara di Italia memiliki kemiripan rancangan dengan desain Leonardo da Vinci (Sumber Foto: hectorlo/Flickr)

Namun, dari sumber-sumber seperti Manuskrip B Paris dan Codex Atlanticus–koleksi kertas terbesar milik Leonardo yang pernah dikumpulkan serangkaian pemikiran inovatif dapat di rekonstruksi, mengenai pondasi kota baru di sepanjang Sungai Ticino yang dirancang untuk memudahkan pengangkutan barang dan merapikan ruang kota.

“Ia mengungkapkan dari salah satu halaman dari Manuskrip B, menampilkan tulisan cermin terkenal da Vinci. Ministero dei beni e delle attività culturali e del turismo. Dari sana ternyata diketahui bahwa Leonardo menginginkan kota yang nyaman dan luas, dengan jalanan dan arsitektur yang tertata dengan baik,” Dosen di Universitas Portsmouth, Inggris, Alessandro Melis sebagaimana Ia tuangkan dalam The Conversation.

Leonardo dinilai merekomendasikan bangunan dengan desain tembok yang tinggi dan kuat. Dengan semua keindahan menara dan benteng yang diperlukan, Leonardo merasa harus menambahkan kesan bahwa sebuah rumah harus menggabungkan desain sebuah kuil yang agung dan suci dan rumah pribadi yang nyaman.

“Ide Leonardo untuk sebuah kota “modern” dan “rasional” cukup konsisten dengan cita-cita Renaisans,” lanjut Alessandro.

Tetapi, sesuai dengan kepribadiannya yang tidak biasa, Leonardo memasukkan beberapa inovasi dalam desain perkotaannya. Leonardo ingin kota itu dibangun dengan beberapa tingkat dan dihubungkan oleh tangga vertikal. Desain seperti ini sudah lazim dilihat pada gedung-gedung tinggi hari ini, tetapi, sama sekali tidak konvensional pada masanya saat itu.

Ide Leonardo menurut Alessandro sangat bermanfaat untuk menyempurnakan desain interior rumah yang hingga tahun 1920-an dan 1930-an masih menggunakan konsep tangga di luar bangunan.

“Di lapisan atas kota, orang bisa berjalan tanpa gangguan di antara istana dan jalan yang elegan, sementara lapisan bawah adalah tempat untuk layanan jasa, perdagangan, transportasi, dan industri,” jelasnya.

“Tetapi, keaslian dari visi Leonardo adalah perpaduan antara arsitektur dan teknik. Leonardo membuat desain mesin hidraulis yang luas untuk membuat kanal buatan di seluruh kota. Lalu kanal-kanal yang diatur oleh kunci dan waduk tersebut, seharusnya membuat kapal lebih mudah untuk berlayar dan mengangkut barang,” ungkapnya.

Alessandro juga mengatakan bila Leonardo juga berpikir bahwa lebar jalan harus disesuaikan dengan ketinggian rata-rata antar rumah. Aturan tersebut masih diikuti oleh banyak kota kontemporer di Italia karena memungkinkan akses mendapatkan cahaya matahari dan mengurangi risiko kerusakan akibat gempa bumi.

Fiksi Dan Masa Depan

Allesandro mengungkapkan bahwa kota modern bertingkat baru ada setelah Leonardo. Sayangnya, ide Leonardo ternyata baru berhasil diterapkan pada abad ke-19.

Sebagai contoh, pembagian kota berdasarkan fungsi, yaitu dengan layanan dan infrastruktur yang terletak di tingkat yang lebih rendah, jalanan dan trotoar yang lebar, dan pertukaran udara yang baik untuk pendudukadalah sebuah gagasan yang dapat ditemukan dalam renovasi kota Paris di bawah Kaisar Napoleon III.

Kita perlu menunggu hingga abad ke-20 untuk bisa melihat ide-ide brilian dari desain Leonardo yang mewakili kota modern. Dan yang berhasil pertama melakukannya adalah karya arsitek Jerman Hilbeseimer atau arsitek Prancis Le Corbusier–atau kota dalam kisah dystopia seperti Metropolis karya Fritz Lang dan cerita Blade Runner oleh Philip Dick. Sayangnya, desain tata kota semacam ini justru memunculkan ketidaksetaraan yang lebih besar antar penduduk kota.

Sampai hari ini, ide-ide Leonardo tidak hanya valid, tetapi juga memberi petunjuk ke depan tentang tata perencanaan kota. Banyak tokoh intelektual berpendapat bahwa kota yang ringkas, yang dibangun ke atas bukan ke luar, terintegrasi dengan alam (terutama sistem air) dengan infrastruktur transportasi yang efisien, dapat membantu kota modern menjadi lebih efisien dan berkelanjutan. Inilah alasan lain mengapa Leonardo sangat dekat dengan perencanaan kota modern hari ini, bahkan sejak berabad-abad sebelumnya.

Leave a Reply

  • (not be published)